The whisper
It’s not suddenly. Saya rindu. Ya,..sangat rindu. Ruangan ini sudah lama tidak tersentuh kehadirannya. Ada beberapa barang di tempat ini yang kembali dan selalu membuat saya ingin dia datang. Hhhh.. kalau saya boleh berandai andai.
Dia memang bukan wanita pertama yang saya perbolehkan masuk. Menganggap tempat ini seperti rumahnya sendiri. Memperlakukan saya seperti seorang kekasih hati yang pantas diperhatikan dan dilayani. Memanjakan saya. Tidak membiarkan saya jatuh sakit. Wonderful life, isn’t it?
Tapi tunggu dulu. Dia bukan seperti wanita yang lain, who warmed the cold bed with me. But she let me lean on her lap. Chucking my hair. Kiss my brow. I never so in love, baby. Only with her.
Saya ingin mengenang saat saat indah ketika saya bersamanya. Masih ditemani gelas dan aroma yang kemarin. Setidaknya rasa rindu berlebihan ini berkurang. Saya belum punya cara yang lain. Sorry.
Remember my old post? ..”my little concert“. Ya, setelah concert itu. Malamnya saya tidur di sofa di ruang tamu villa itu. Antara sadar dan tidak, saya merasa tidak sendirian diruangan itu. Saya lihat Ika duduk di seberang sofa dimana saya tidur. Duduk dilantai bersandar pada sofa dibelakangkanya. Sedikit terkejut, saya berusaha bangun. “Sstt…jangan bangun. Begitu saja. Saya hanya ingin memandang kamu..”bisiknya ketika saya akan menanyakan mengapa malam malam begitu dia duduk disana dan belum tidur.
“but why?!” tanya saya ikut berbisik karena takut yang lain bangun. “kata orang, kalau melihat orang lain tidur bisa kelihatan aslinya..beneran apa nggak” jawab Ika tetap berbisik. Saya tercengang. “so?, am I not original?” (stupid Chilo). Dia tersenyum.
Lalu malam itu kami duduk berdua di sofa itu. Dia bersandar dibahu saya memeluk lengan saya dan kepala saya yang posisinya lebih tinggi, saya rebahkan ke kepalanya. Berkelut kedinginan dalam selimut tebal, dan menyatukan hati agar cahayanya tidak padam. Cukup lama kami merasakan keheningan malam itu. “Ika senang malam ini bisa berdua dengan kamu. Malam ini indah sekali untuk saya” bisiknya lagi. Hanya itu.
Seandainya dia bersandar pada dada saya, dia bisa merasakan debar jantung yang membuat badan saya panas dingin. Saya tahu malam itu adalah malamnya Ika membagi kegelisahannya. Ika jarang untuk bisa mengungkapkan perasaannya. Berbeda dengan saya.
Kemarin malam, setelah malam yang rusak itu, Ika menelpon saya. Kenapa bukan saya?..karena saya sedang melatih diri untuk sebuah kesabaran walaupun akhirnya buruk. At all.
“Saya tahu kamu kecewa. Bukan Ika saja tetapi juga dari yang lain kan?. Kalau saya tidak punya beban yang mengikat disini, saya juga akan terbang menemui kamu. Tapi ada keadaan yang kamu harus tetap mengerti. Mungkin waktu kita bersama dibatasi..sudah cukup. Kamu harus terima itu. Jangan lupa Chil, Ika selalu berdoa. Tuhan tahu yang terbaik untuk hubungan ini”. Ika mengucapkan itu dengan terisak. Mencoba memberi pengertian untuk seorang yang egois seperti saya. I couldn’t say anything. Just listened.
“Dengar. Ika janji akan baik baik saja. Ika harap kamu juga begitu. Kalau kamu setuju, kita bisa memulai commitment dari sekarang”. Hah? Commitment??.. God!, You know what just I did!
You know what I could say?.. “I don’t wanna let you go from my life. I love you. I’ll wait until God brings you to me.” Lemas.
Forgive me.
Chilo
betapa beruntung nya ika ya……
Myryani
November 21, 2008 at 10:07 pm
[I don’t wanna let you go from my life. I love you. I’ll wait until God brings you to me.]
aku hanya bisa bilang, semoga itu keputusan terbaik yg sudah kamu pikir matang2, bro. semoga perjuanganmu menemukan happiness di ujung penantianmu. aku berdoa untukmu.
goenoeng
November 21, 2008 at 10:21 pm
Hi chilo
selamat malam
kamu ol kah?
yessymuchtar
November 21, 2008 at 11:00 pm
Chilo, semoga apapun yang menjadi keputusan kalian berdua adalah yang terbaik untuk kalian dan juga orang terkasih. Aku juga turut berdo’a untuk kebahagiaan kalian berdua. thanks
yulism
November 22, 2008 at 1:07 am
benar……….I just wanna say semoga itu keputusan yang sangat sangat terbaik?
salam hangat selalu
bluethunderheart
November 22, 2008 at 1:23 pm
cinta sejati….tak bisa mati
cinta sejati….selalu di hati
mikekono
November 22, 2008 at 4:26 pm
If you think that she’s the best, go for it.
Saya mendukung kamu.
as always…
jeunglala
November 23, 2008 at 1:39 am
I mean.. go get her..
Nulisnya penuh dengan semangat tapi ngantuk luar biasa!
Selamat pagi Chilo!
Have a great day!!
jeunglala
November 23, 2008 at 1:41 am
#my,
Kamu salah. Sayalah yang beruntung.
#goenoeng,
Percaya saya, bro. Ini keputusan yang tidak akan membuat saya menyesal.
#yessy,
sorry, I wasn’t online. tonite?
#yulis,
you look disappointed for what i did. that’s me, my friend. Sorry.
#blue,
I do. thanks.
#mike,
tidak akan mati. believe me.
#lala,
you were there at the late night?
me too
chilonic
November 23, 2008 at 4:08 pm