Jika dia selingkuh?
Sepotong percakapan pada suatu makan siang.
”kamu tidak khawatir, suami kamu selingkuh dengan wanita lain setiap dia tugas keluar kota atau ke luar negeri berhari hari?”
“umm.. begini. Kalau saya bicara khawatir..itu pasti ada dan itu sedikit saja. Selebihnya, saya percaya dengan suami saya atas commitment yang telah kami buat. Mengenai dia selingkuh atau sex for one night stand setiap kota yang disinggahinya..itu pertanggungjawaban atas commitmentnya sendiri terhadap saya. Dan itu juga urusan dia dengan Tuhan. Saya?.. saya juga punya tanggung jawab itu terhadap commitment dan terhadap Tuhan…”
At the first time, saya bingung dengan jawaban wanita ini. Pertanggungjawaban? .. Commitment? ..lalu Tuhan?..Oh,.. dosa maksudnya. Jadi, dia tidak mau tahu urusan suaminya untuk dosa dengan selingkuhi wanita lain.
Percakapan yang menarik di siang hari kemarin dengan teman teman saya. Ada Joseph, Riana dan Liem. Mereka semua sudah berkeluarga (kecuali saya
). Joseph dan Liem terang terangan menceritakan ‘dosa’ mereka kepada kami semua. Chilo?.. Haha..good listener! ![]()
Saya suka jawaban Riana. Bukan suka karena kemudian pembelaan buat saya dan pria lain untuk tetap berselingkuh tapi karena penerimaan Riana atas habit suaminya untuk her everlasting marriage.
Duh, walaupun saya belum married, pembicaraan ini jadi pikiran saya. What do you think bloggers? Can you share with me?..
Thanks & I’m waiting ![]()
Regards,
Chilo
Benar, perselingkuhan atau apapun yang kita lakukan, adalah tanggung jawab kita sendiri. Tidak bisa kita menyalahkan orang lain atas perbuatan yang kita lakukan.
Kalau pasangan saya berselingkuh?
One thing for sure, pasti ada alasan mengapa seseorang berselingkuh. Tidak berarti dia yang salah, siapa tahu saya yang salah. Tapi memang, ketika itu terjadi, saya pasti akan sangat sangat sedih dan tidak berani bilang kalau saya akan baik-baik saja.
Tapi kalau itu terjadi…
Mungkin satu-satunya hal yang bisa menenangkan perasaan saya adalah seperti yang dibilang teman kamu itu, Chilo….
Which is I know, nggak akan mudah…
jeunglala
December 2, 2008 at 1:23 pm
Hubungan kita dengan sesama cuma sebatas komitmen yang terlihat mata saja. Sementara yang ada di dalam hati dan fikiran itu urusan orang itu dengan tuhan…
Toto
December 2, 2008 at 1:35 pm
sepertinya…pria memang tercipta
untuk…..terlibat selingkuh ?
hmmmmmm
mikekono
December 2, 2008 at 1:47 pm
hmm………I think abang selingkuhnya dengan si manis saja…….masih ingat si manis di karyaku selingkuh itu indah kan,bang? Hmmmm………..jakau itu aku setuju baru bang.hehehe……….
salam hangat selalu
bluethunderheart
December 2, 2008 at 6:26 pm
Selingkuh Chilo?
Akan selalu ada alasan untuk orang melakukannya.
Entah itu pembenaran
Entah itu kebetulan
Entah itu…tidak penting..atau lewat saja.
Satu hal yang pasti..
ADa hati yang akan tersakiti…
Ada hubungan yang akan ternodai
dan ada jiwa tak bersalah ..yang sepertinya menanti…
Jadi akan di bawa kemana hubungan ini..
Selingkuh??
Tidak pernah mudah untuk setia..
Sangat susah..
Berdarah darah…
But at lest…
I try..i always try…
Karena ada nama suami di belakang namaku.
Ada anak yang lucu memanggil ku bunda..
Jadi..
Semoga iman ku..selalu kuat..untuk jauh dari selingkuh
selamat malam Chilo…
yessymuchtar
December 2, 2008 at 10:59 pm
Aku masih baru sekali dalam dunia kehidupan yang disebut “berumah tangga” Memang kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi dihari nanti. Tuhan yang maha mengetahuinya, maha membolak-balikkan perasaan. Maka saya hanya bisa berdoa semoga dijauhkan dari hal-hal demikian itu. Karena tidak ada pihak yang diuntungkan. Hanya semua pihak yang tersakiti dan menyesali..
Mungkin satu-satunya hal yang bisa kita lakukan adalah membangun rasa cinta yang lebih kuat dari hari kehari, percaya sepenuhnya kepada pasangan dan tetap hormati privacy dan beri space setiap pasangan. Aku selalu memberikan space untuk seuamiku setiap hari Rabu untuk sekedar berhappy hours atau konkow-konkow dengan teman dan sahabatnya samapi jam 10 malam. Demikian juga suamiku selalu memberikan kebebasan kepadaku jika aku membutuhkan space untuk shopping atau sekedar keluar makan bersama teman-temanku. Thanks
yulism
December 3, 2008 at 12:11 am
#lala,toto,mike,blue,yessy,yulis,
Terima kasih sekali untuk feedback nya.
Selama ini saya hanya tahu lebih enak hidup as bachelor-way. Ternyata dari pembicaraan dengan teman teman dan feedback kalian saya lebih tahu sedikit ternyata marriage is not easy as I think. There will be complicated inside.
Saya memang menikmati kesendirian saya, tapi ada willing untuk menikah (karena ada cinta – too much??) walaupun I do not really care about what ‘do’ and ‘dont’ in a marriage.
Well.., I understand now .. why God let Ika is far from me. introspection?
chilonic
December 3, 2008 at 10:13 am
ndak usah dipikir, malah memberatkan benak.
semua bisa diatur kok, tergantung kita. tinggal mau apa enggak. berada salah apa enggak. merasa berdosa apa enggak.
1. kalo mau, tidak merasa salah, tidak merasa dosa…ya…lanjut….
2. kalo semua parameter tadi kok jawabnya ada yg nggak mau, merasa salah, merasa dosa….kayaknya perlu dipikir lagi deh….biar jawabannya sesuai dg nomer 1…..hehe, enggak ding maksudnya, mending ya nggak usah. daripada repot sendiri.
nah, sederhana kan ?
goenoeng
December 4, 2008 at 2:58 pm
kalo sebagai sesama kaum adam sih skr yang namanya selingkuh sesaat sudah wajar daripada pelihara gundik lebih repot tapi buktinya ada koq yang tahan nda pernah selingkuh dan itu luar biasa
tinggal kita mau jadi yang wajar atau luar biasa kalo soal dosa atau karma kan emang udah jadi tanggungan pribadi jadi nda perlu terlalu diurusin deh
dunianyawira
infowira
December 4, 2008 at 7:48 pm
bener bgt tuh, kalo kita hanya bisa percaya n memegang komitmen…
Myryani
December 4, 2008 at 9:27 pm
SELINGKUH? OH NOOO! AKU TERMASUK ORNG YANG ANTI DISELINGKUHI…SALUT DENGAN RIANA….DARI 1000 WANITA…MUNGKIN HANYA 1 YANG SPT DIA…
donapiscesika
December 5, 2008 at 12:49 am
salute untuk Riana (tipikal istri idaman laki2 hidung belang tuh hehe) for me tiada maaf buat cheater…
jangan sampe deh aku diselingkuhi… tamat deh riwayatnya…hehehe
indie
December 5, 2008 at 4:38 pm
Pembahasannya akan lebih complicated jika selingkuh tak hanya sebatas ditingkat yang maksimal dalam arti hubungan sexual. Beberapa mengkaitkan jika ada unsur “perasaan” yang ikut terlibat. Tanpa itu, kategorinya bukan disebut selingkuh, walaupun esensinya tetap merupakan suatu “penghianatan” atas sebuah commitment, dan hasilnya akan sama2 runyam dan menyakitkan juga.
Jika kemudian orang bermain dengan unsur “perasaan” tadi, namun tidak sampai pada hubungan badan, apakah itu = selingkuh? Rasanya, kelompok konservatif akan bilang, YA. Tapi jika jawabannya, ya, dan dilakukan survey (tapi jujur) secara tertutup (identitas dirahasiakan), saya kok cukup yakin, hasilnya akan sangat mengejutkan. Entahlah, karena perasaan itu kan adanya didalam hati dan semakin hari semakin banyak tersedia berbagai casing untuk manusia yang membuat penampilan luar yang tak seindah dalaman nya…
agustusnugroho
December 5, 2008 at 6:57 pm
Semoga ngak terjadi dalam kehidupan rumah tangga saya.
kweklina
December 12, 2008 at 10:57 pm
selingkuh? hmm.., ada sih orang yang memang hobi icip di sana, jajan disini. Ada juga yang mungkin sekedar mencoba-coba, tapi ada juga yang memang karena somethings happen di rumah tangganya.
Well.., sebuah perkawinan adalah saat2 dimana mulainya hidup kita hanya melihat, mendengar dan merasakan pasangan kita, beberapa orang setelah sekian lama menjadi jenuh saya rasa itu sangat wajar dan apabila itu yang menjadi alasan sementara dia masih mencintai pasangannya.
Do it nicely and with responsibility; use condoms
wekeke…
yande
December 21, 2008 at 1:44 pm
Hmm…aQ long distance dgn cowQ…
tp aku percaya dgn keputsan Qmi untuk jadian dan menrima resikonya…
Just fell it
sarahtidaksendiri
January 8, 2009 at 1:34 pm
Lagi long distances … Kepercayaan yang utama, tentu saja ada sesuatu yang gak bisa dihilangin tentang rasa cemburu, tapi benar kata teman mu Bro; itu pertanggung-jawabannya dengan TUHAN. Kemudian kalau ketahuan? untuk saya tidak ada ampun (@.@)
yourBro
March 16, 2009 at 10:11 pm