Chilonic’s Blog

Daily life of me with light topics ;)

Rindu Chilo??

with 14 comments

Malam itu indah.  walaupun dinginnya menusuk tulang karena hujan seharian. Seharian itu kesabaran tidak mampu menahan keinginan saya. Saya akan menemuinya..tapi saya harus melewati malam ini dulu. Saya harus menahan jantung ini berdetak kencang melewati malam ini.

Kemudian sinar pagi di celah tirai jendela kamar hotel itu. Membangunkan saya yang baru tertidur dini hari tadi. Mata saya lelah masih ingin terpejam, tapi seluruh tubuh saya seperti mempunyai aura yang lebih besar dari biasanya. Ya, saya harus bangun. Saya harus menemuinya.

Dia sedang duduk bersimpuh, bermain dengan anak lelaki kecil yang tertawa riang karena dia sedang menggodanya. Ya, Ika. Dia begitu kaget ketika melihat saya datang. Langsung berdiri, wajahnya tercengang, matanya terbelalak seakan memastikan bahwa saya bukan alien dari planet asing, dan mulai menggenangi mata indah itu dengan air mata. Saya menghampiri wanita yang sangat saya cintai ini. Kami berpelukan dan saya dapat merasakan pelukannya yang kuat yang seakan menyatakan kerinduannya.

Hh..saat ini saat yang sangat saya nantikan. Menemuinya. Tangannya menyentuh kedua pipi saya, matanya yang masih basah itu tengadah menatap saya. No words. Silent. Keiko (the little boy) gone with his mother (Ika’s sister). Kemudian dia memeluk saya lagi. Miss me so much, lady?? I could feel the hug wasn’t lie ;)   Me??.. haha..don’t ask!

“saya kurus ya..chil?.. kelihatan tua ya..? tapi kata dokter saya sudah lebih baik… jadi tidak perlu kawatir, chil…”. Sesak. Itu yang saya bisa rasakan, ketika Ika memulai percakapan. Dia tidak perlu mengucapkan itu, tapi hati saya harus kuat menghadapi emosi Ika.

Setelah selesai dengan meeting demi meeting 6 hari itu, saya memang tidak langsung pulang ke Jakarta. Seperti yang saya tulis sebelumnya, saya memang kabur. Saya terbang ke kota dimana Ika berada. Saya hanya punya waktu 1 hari saja, karena saya harus segera menyelesaikan urusan pekerjaan di Jakarta.

Saya bilang sama Ika untuk tidak mengkhawatirkan keadaan. Apalagi berkata seakan akan saya tidak bisa setia. Saya sudah cukup lelah memastikan bahwa saya bisa setia. Tapi saya tidak akan menyerah. Ini perjuangan saya untuk memenangkan perasaan saya. Perasaan untuk mencintai dan dicintai Ika (serious!)

Saya akan datang lagi menjemput Ika bulan depan. Baru kali ini saya merasa diatas angin. Kenapa?.. umm.. karena baru kali ini saya merasa Ika sangat merindukan saya. Pelukan yang kuat itu. Genggaman kuat itu. Dan airmata itu. Dia mengantar saya ke airport. Dalam pelukan itu Ika membisikan kata-kata yang membuat saya menjadi besar kepala. “I miss you so much. really..” Rasanya saya tidak perlu plane untuk ke Jakarta.. saya ingin terbang sendiri..hahaha…

So, do you miss me too my friends? :mrgreen:

Regards,

Chilo

Written by chilonic

November 14, 2008 at 1:20 pm

Posted in marriage

Tagged with

Debar jantung..

with 13 comments

Lega. Akhirnya saya punya waktu juga untuk menulis siang ini. Saya baru sadar, saya menulis kebanyakan setiap hari Senin ya.. setelah hari rabu saya menghilang lagi :) . Bukan kenapa – napa, setiap hari rabu sampai jumat (especially) adalah resume semua pekerjaan dari hari senin sampai jumat itu sendiri, dan..tanpa saya sadari harus bertemu senin lagi..begitu seterusnya.. dan begitulah waktu berlalu begitu cepatnya.

Hari ini mau nulis apa ya? Umm..mungkin tentang weekend kemarin saja ya. Activities masih seperti biasa sebenarnya, termasuk hang out dengan teman-teman hari sabtu kemarin. Got apartment at midnight. Sendiri?.. iya, tenang saja :mrgreen: . Minggu, saya bangun siang dan ini kesempatan saya untuk beristirahat. Jam 11.30 AM saya bangun, breakfast (???) dan membaca koran minggu…lalu berakhir lagi dengan laptop. Ada yang belum selesai, yang harus diselesaikan. Penasaran. Hahaha..

Sekarang tentang Ika. Kami chatting menggunakan webcam. Sepertinya dekat sekali. Model rambutnya new look, karena banyak yang rontok, agak kurus tetapi selalu cantik dengan senyumannya. Saya ingin membelainya, memeluknya. Ini memang baru pertama kalinya kami chat dan dengan webcam. Saya tahu mengapa Ika tidak confidence. Saya tahu dibalik senyum itu ada sedih. Saya tahu dibalik suara yang riang itu ada tangisan. Yang saya tidak tahu, mengapa dia seperti itu. Apakah Ika hanya mencoba untuk menyenangkan saya supaya tidak ingin dikasihani?. Aduh, saya benar-benar tidak ingin berpikir negative :(

Saya mau cerita 1 hari sebelum saya pulang ke Jakarta. Ika masih di rumah sakit. Pagi itu kami duduk berdua di teras kamarnya. Saya merangkul Ika ke dalam pelukan saya. Dia terlihat rapuh dan lemas bersandar di dada saya. Kami menikmati pagi dengan kabut nya. Pemandangan taman didepan kami dengan bunga – bunganya – sangat indah. Menyenangkan sekali. Saya ingin selalu memeluknya.

“Chil..jantung kamu berdebar kuat..” suara lemahnya membuyarkan sekilas lamunan indah saya.

“oh,..iya..mungkin karena telinga kamu didada saya. Tidak apa-apa”…padahal itulah yang terjadi setiap kali saya memeluknya.

“You know what?..rasanya saya ingin menyerah setiap kali rasa sakit itu muncul. Tapi setiap degupan jantung yang saya dengar dari orang yang memeluk saya, saya bersemangat lagi. Saya seperti diberi kekuatan. Saya senang dipeluk..Chil..” Ika menatap saya. Senyum lemahnya mengembang. Ika seperti anak kecil.

“Kamu harus percaya kamu akan sembuh. Semua mengharapkan kamu sembuh. Jangan lemah, kalau begitu kamu akan membuat mereka sedih. Semua mencintai kamu..” – saya juga, Ka.

“Jangan tunggu saya. Tuhan punya rencana sendiri buat hidup saya. Kamu juga. I’m not your everything. You have your own life..” (nada pesimis yang sangat saya benci)

“Please .. stop talking that” seharusnya dia juga bisa baca nada ‘tidak suka’ saya.

“nggak Chil..kamu harus tahu itu dari sekarang. Saya belum tentu menikah dengan kamu. Siapa yang tahu hari nanti?.. Saya menikah dengan pilihan Tuhan..atau tidak akan menikah sama sekali. Who knows?”. Sungguh, hati saya sakit mendengar ini. Tapi Ika benar. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi nanti.

“Ika sayang sama Chilo. Ika tahu Chilo sayang juga. Tapi jangan khawatir..cuma hati kamu yang Ika punya saat ini. Ika juga ingin berkeluarga meskipun Ika tidak akan bisa hamil. Ika juga ingin cantik didepan suami Ika nanti. Mudah-mudahan suami Ika, kamu ya Chil.., aduh..lengannya tolong dilonggarkan sedikit. Sesak. “.. umm..romantis sih, tapi not perfect :P

Tapi sudahlah, saya tidak mau memperbesar tanda tanya di kepala saya. Biarkan Ika seperti itu dan saya hanya akan mengenang kata-kata indahnya saja. Saya ingin memeluknya lagi.

Besok pagi saya akan terbang lagi. Seminggu penuh. Sudah ditelpon Ika?.. sudah. Checksheet yang sama seperti yang kemarin. Saya sedang merencanakan untuk kabur. Kabur?.. oh, maksud saya, setelah meeting saya mampir memeluk Ika. Hahaha.. wish me luck!  8)

Now, tell me … siapa yang tidak bisa menahan rasa rindu?.. you?..oh, come on! ;)

Regards,
Chilo

Written by chilonic

November 3, 2008 at 2:10 pm

Posted in hari ini, marriage

Penggoda

with 12 comments

Saya mau cerita sedikit mengenai wanita lain. Bukan Ika. Bukan Mom. Namanya saya rahasiakan dan saya ganti dengan Lindsay. Seorang American yang saya kenal beberapa tahun yang lalu (2001?). Before I write about her, I want you to know that I were not a good guy until ..I met Ika. So you will know.. one by one about me ;)

Saya bertemu Lindsay ketika saya akan pulang ke Jakarta dari suatu negara. Our first conversation started from the tv in front of our seat. She asked me about how to operate the voice with the ear phone. After that, we spoke anything then ..bla..bla..bla.. and before I asked, she gave me her cellphone no. and asked mine.

Sejak saat itu, kami sering jalan bersama karena dia sedang libur (Summer) dan karena orang tuanya tugas di Jakarta. Dia wanita yang baik, cantik dan sexy ( :mrgreen: ).. dan masih kuliah. Lindsay bukan satu-satunya wanita dalam pelukan saya waktu itu. Berapa?.. rahasia..hahaha..

Suatu ketika dia marah. Dia bilang dia cinta sama saya :) .. kenapa marah ya?..Begini. Dia mengira saya bisa spend much time with her. Dia lupa saya harus bekerja..punya kesibukan tinggi. Dia ingin saya menemaninya setiap saat, sampai – sampai dia menemani saya bekerja. Di apartment saya. dan sampai malam. Dia tidak mau pulang…dan kemudian terlelap sendirian di sofa. Ketika bangun, dia menggoda saya (??). Untungnya malam itu saya masih setia dengan pekerjaan saya…tapi apa yang terjadi??.. she kissed me and I had same reaction.

Malam itu dia benar – benar marah, karena saya tidak melanjutkan .. (what? :) ) . Karena saya kembali menyelesaikan pekerjaan saya till late night.

Dia adalah wanita berikutnya setelah Ika and Mom mengucapkan “Happy Birthday” last night (hm..then some women called me also, sent me flowers and cakes to my office and apartment, asked me for dinner etc..etc.. - what a ‘Don Juan’!! .. :lol:  ) Kami berbicara banyak, tentu saja dengan cara yang lebih dewasa. She’s divorced with 1 daughter and work as a doctor. Asked about my life and want to see me next month in Jakarta .. then some hopes. But don’t worry, I’m an old ‘Don Juan’ and I’m still faithful with my heart. :)

Penggoda. Ya, penggoda. I will see my seducer on December. I still can’t wait.

Regards,

Chilo

Written by chilonic

October 29, 2008 at 5:32 pm

Posted in birthday, seducer

34

with 10 comments

Selama 3 hari (Kamis-Sabtu) yang lalu saya mengikuti “yearly meeting” perusahaan di luar kota. Tidak ada yang special dari meeting ini dalam hal tasks yang harus dilakukan along this year and next. Tapi, saya  tertarik dengan team training dari HRD yang selalu mempunyai ide ‘membangun’ untuk emplyees diperusahaan ini. Salah satunya adalah showing Bills Milly’s video , seorang pelari America untuk 10,000 km di Olympic 1964. Dia bercerita mengenai bagaimana ia mempunyai burning desire yang tinggi untuk bisa menjadi no. 1 dalam perlombaan itu dengan segala macam penghalang yang harus dihadapinya termasuk competitor yang nakal, mencoba menjauhkannya dari arena tersebut.

Saya rasa ini bagus to redevelop employees’ spirit to reach targets yang semakin tinggi di tahun – tahun mendatang. Sebagai leader, saya mendukung setiap usaha yang dilakukan department ini. Semoga usaha mereka tidak sia-sia.

Saya pulang sampai apartment  at 10.30 PM.  Setelah mandi saya mempelajari kembali resume meeting sampai mata saya benar-benar lelah dan akhirnya tertidur di kursi kerja saya. Malam itu saya bermimpi. Mimpi indah. Sangat terlelap, sampai cell phone saya berbunyi berkali-kali saya baru terbangun. Saya tidak lihat dari siapa, gerakan tangan saya spontan mengangkat. “Happy Birthday..” suara di sana menjawab “Hello” saya. Tebakan anda pasti benar, calling from Ika. Di malam yang dingin itu, wanita itu menghangatkan saya dengan suaranya, kata – katanya. Saling mengungkapkan rencana-rencana kami, masa depan, dan bercerita lucu. 1 hal yang membuat saya kembali bergairah adalah rencana Ika untuk kembali ke Jakarta bulan December nanti dan…saya akan menjemputnya ke sana..horray..!! God is Good :)

Saya malu sebenarnya menuliskan bahwa … saya kembali seperti monyet malam itu, berdansa sendiri, menari sendiri,..lalu lelah..mencoba tidur..tapi gelisah seakan-akan December is tomorrow!

Ok, i’m 34 years old now. I reached every goal in my carrier with my way, my ambition. Even about my love story. My parents proud of me…but I realize..I’m getting old and old. I can’t live like this anymore. I need a family. with me. So…any plans in my head now is Marriage. My adventures should be over soon. I have to be optimist. Believe, everything will gonna be OK.

Regards,

Chilo

Written by chilonic

October 27, 2008 at 1:40 pm

Posted in Uncategorized

Menunggu

with 12 comments

Pulang kerja kemarin saya sempatkan bermain basket bersama teman-teman. Cuaca yang sangat panas membuat saya cepat lelah, jadi saya putuskan saja segera pulang. Begitu juga yang lain. Ini masih hari senin, harus menyiapkan tenaga lagi untuk besok.

Bekerja, nonton tv atau blogging adalah kesibukan saya di malam hari. Sekali – kali memetik gitar untuk mencoba melepas perasaan lelah, dan berakhir dengan rasa rindu. Saya rindu sekali dengan Ika. Dengan suara saja tidak cukup. Entah apa yang membuat wanita itu jadi berarti sekali. Pengaruhnya untuk merubah seorang Chilo luar biasa. Kebiasaan – kebiasaan lama yang pernah saya lakukan dimasa lalu bisa berhenti hanya dengan kelembutannya. Mungkin disinilah arti seorang wanita buat seorang pria. Kekasaran, ketidaksabaran, dan kekuasaan yang mampu membuat orang lain tunduk pada perintah saya, … menguap begitu saja ke udara ketika dia bersama saya. Senyumnya meluluhkan kekerasan hati saya.

“jangan simpan terlalu lama marah kamu disini..” ucapan Ika waktu itu sambil meletakkan tangannya didada saya. “..dia akan membusuk dan melukai dirimu sendiri…, keluarkan dengan caramu supaya kamu tenang, bisa menikmati istirahat malammu“. Dulu saya memang tidak terbiasa untuk terbuka dengan orang lain. Lucunya, Ika seperti bisa membaca pikiran saya..memancing saya untuk mengeluarkan energy negative saya. Padahal menurut saya, dia tidak perlu tahu urusan saya karena tidak ada hubungannya dengan dia.

Dia bukan wanita pertama yang saya miliki. Tapi Ika bukan wanita yang mudah saya taklukan seperti yang dulu dulu. Mungkin melihat saya secara fisik dan kata-kata langit yang saya punya, dia melihat saya sebagai pria gombal yang penuh rayuan maut dan setiap wanita akan memuja mati-matian. Hahaha.. ini bukan narcis, lho Yessy.. tapi Ika pernah mengakui ini dan saya seperti merasa tertangkap basah. :mrgreen:

Mengenai perasaan, saya sudah 3 kali menyatakannya. Ditolak. Dia bilang saya tidak pantas. Saya egois. Tidak punya perasaan. Workaholic. Tapi saya tidak menyerah, setiap kali dia menolak semakin ingin saya bersamanya. Sampai akhirnya saya tahu dia mengidap kanker, saya tidak menyerah. Dia bilang saya hanya kasihan. Kesungguhan saya diragukan. Tapi dengan berjalannya waktu, semua berubah. Saya berubah. Sikap Ika juga berubah. Namun, cukup dengan perubahan sikap saya, Ika bisa merasakan saya mencintainya. Just let the heart says, I love.. :)

Saya iri melihat pasangan-pasangan mesra yang sering saya lihat. Padahal dulu tidak, toh saya bisa mesra dengan wanita yang memuja saya, memeluk lengan saya dikeramaian seakan memberitahu orang lain bahwa saya miliknya. Sekarang?.. istilahnya saya kena batunya. Wanita itu jauh. Belum bisa dipastikan kapan dia kembali.

“..bagaimana wanita Jakarta hari ini, boss? ..” tanya Ika dengan riangnya di telpon waktu itu. saya tersinggung. Sepertinya saya masih yang dulu. Coba romantis sedikit, nyonya. Perasaan saya lagi peka saat ini. Saya ingin dihibur dengan kata-kata indah.

Cepat sembuh, nyonya.. Saya menunggu.

Regards,

Chilo

 

 

Written by chilonic

October 21, 2008 at 9:02 am

Posted in hari ini, sakit

Tagged with

2 days with Mom

with 13 comments

Saya masih punya waktu 1 jam untuk menulis dulu sebelum berangkat ke kantor. Beberapa hari terlewatkan lagi karena routinitas, tetapi saya sempatkan pagi ini untuk kembali menulis. Saya telpon Iman (the driver) just now , dia bilang masih dijalan 15 menit lagi baru sampai sini.

OK. Hari jumat kemarin, seharusnya saya jemput Mom di airport. Berhubung ada meeting penting yang tidak bisa saya hindari, Iman lah yang pick her up. Kasihan sekali Mom, dia jadi korban pekerjaan saya jumat itu. Harus menunggu saya di lobby apartment sekitar 1 jam. Senyumnya mengembang ketika melihat saya datang. It’s OK .. jawabnya ketika saya mengungkapkan penyesalan saya.

Kami makan malam berdua di restoran lobby. Banyak hal yang kami bicarakan termasuk tentang Ika. Mom memang ingin membicarakan hal ini, ketika tahu saya berangkat menemui Ika waktu itu. Mom pernah bertemu Ika sekali waktu acara ulang tahun Dad tahun lalu, namun karena memang belum ada ikatan apa-apa, saya mengenalkan Ika sebagai teman saya.

Selama Mom disini, kami membahas Ika. Mom sepenuhnya percaya akan langkah yang sedang saya ambil dalam berhubungan dengan Ika. I understood what she meant. Mom juga orang tua yang mengharapkan keturunan dari anaknya. I stared at her. She has same eyes like Dad. She understand me, my feeling. By that, I can feel Dad have same opinion like her. Wisely.

“..it’s not about me or your dad. It’s about you. you have the choice in your hand. Since you were a little child, we always give you freedom to choice anything you want. But it’s not about love only, there is responsibility in it. As a mother, I worry.. but you are not my little boy anymore. I don’t want you take wrong steps. … after I knew about Ika, I believe in you. Don’t take time too long. Both you and Ika need each other. So, when she’s back, come to us. ….”

See? .. I feel like a trully little boy when she talked to me like that. Selebihnya adalah same treatment like Ika. Haha…. I’m grateful.

Iman already arrived, need to go now. Happy Monday, everyone!

Regards,

Chilo

Written by chilonic

October 20, 2008 at 8:48 am

Posted in hari ini, marriage

Tagged with

Alone but…

with 14 comments

Bachelor-way. Semua harus dilakukan sendirian. Tidak ada yang mencampuri urusan pribadi. Tidak ada family. Sendirian di apartment. Menyenangkan bukan?… Bebas!. Urusan bersih-bersih sudah ada yang melakukan. Tinggal pulang, duduk santai di sofa, nonton berita, makan malam, dan jika masih terobsesi dengan pekerjaan hari ini bisa dilanjutkan sampai larut malam, atau bisa ke gym dulu lalu mandi air hangat sebelum menemani bantal-bantal yang kedinginan itu.

Sekarang beda. Waktu itu menyenangkan karena suatu perasaan. Hati bersenang-senang, bibir bersiul, gitar bersenandung, kesendirian diruangan itu nikmat, karena ada yang mengisi hari diluar sana. Sekarang kesendirian yang sepi. Pulang.. ruangan itu seperti tak bernyawa. Parahnya, pekerjaan tidak ingin bersama saya, karena dia tidak punya masalah. Turun mencari makan malam sudah malas, dan diperparah dengan lemari pendingin yang kosong. Duh, malam yang membosankan padahal saya sempat blogging dan ternyata tidak membantu.

Akhirnya saya ke balkon, mencari udara segar..siapa tahu ada yang segar-segar lagi jalan-jalan keluar..hahaha… (menghibur). Masih memakai baju yang dari pagi tadi (sudah lepas dasi dan jas), saya merasakan angin malam. Saya tahu Jakarta masih hiruk pikuk dimalam hari seperti itu, tapi buat saya tidak berarti. Kilatan air kolam dibawah sanalah, yang akhirnya membuat saya berinisiatif untuk segera turun, dan memutuskan untuk berenang saja. Swimming at 11 PM.

Setelah cukup membakar kalori..umm..lelah maksudnya, saya naik untuk bersiap mandi. Kemudian Cell phone saya berbunyi. Dari Ika.  Saya (baru)tersenyum, setelah beberapa jam sejak pulang kerja tadi.

“Kamu belum tidur?..masih bekerja?..” suara nyonya besar yang kurindukan itu terdengar perhatian sekali. “baru selesai mandi, baby. Sebentar lagi saya mau tidur, tapi saya beruntung..kamu telpon saya. Miss you so much”, jawab saya happy. “kamu tahu ini jam berapa?.. jam 1 malam di Jakarta!”, haha..kalau nada agak aneh begini saya mulai guilty. Padahal dia yang telpon, kesannya saya yang mengganggu ya.. hahah..

Percakapan malam itu diakhiri dengan wejangan-wejangan lama, mengingatkan saya ketika pertama kali jauh dari Mom and Dad. Makan malam nggak?..tapi tidak menanyakan saya makan malam sama wanita mana ;) . Setidaknya orang ganteng :p seperti saya memang patut di cemburui. Tapi bagaimanapun bentuk dan cara kami menjalin hubungan ini, saya menikmatinya. Unik. Seakan-akan kata cinta tidak perlu diungkapkan. Padahal maunya seluruh dunia harus tahu kata-kata “I LOVE YOU” itu..hahah..

“Minum susu coklat hangat saja, Chil..biar perutnya gak kosong..” pesan Ika malam tadi. “Baiklah, nyonya Chilo”..jawabku nakal yang langsung dijawab tut..tut..tut.., kalau tidak, sampai pagi kami bisa collaps karena ngobrol yang tidak habis-habisnya.

Segelas coklat panas dan perhatian yang mendalam (Chilo kumat!), malam tadi seperti malam sebelumnya.. “with love” :mrgreen:

Regards ;)   ,

Chilo

Written by chilonic

October 15, 2008 at 10:34 am

Posted in night

Tagged with

Hari ini normal

with 6 comments

Setelah meeting dengan beberapa department hari ini, saya lega semua berjalan lancar seperti yang saya harapkan. Walaupun mereka sudah update hampir setiap hari ketika saya cuti, rasanya memang lebih complete dengan mengadakan meeting seperti ini.

Kondisi Global Finance belakangan ini, memang membuat semua investor nervous, dan hal ini menjadi hot topic di perusahaan ini. Saya dan team harus selalu mencermati perkembangan informasinya setiap hari.Tapi saya tidak akan dan tidak ingin membahas hal-hal seperti ini. Itu bukan hiburan. Hiburan saat ini blogging.

Ya, saya kembali blogging hari ini,…visiting. Saya suka sekali dengan cerita teman-teman di blog mereka. Menghibur. Sayangnya saya tidak punya keahlian menulis bagus seperti mereka. Jika saya bisa, saya bisa meninggalkan pekerjaan ini dan benar-benar menjadi penulis sejati. :)

Dulu, sewaktu saya masih kuliah, saya pernah punya teman wanita yang juga suka sekali menulis. Wajahnya sangat kutu buku dan bahkan terlihat kusut dan kumuh. Seorang blonde yang sibuk dengan dirinya sendiri, padahal kalau dia sedikit rapi dan tidak seperti memakai kaca mata kuda kalau sedang berjalan..um, maksud saya sedikit ramah dengan orang lain, mungkin wajahnya yang seperti boneka barbie itu bisa dipandang orang. Mungkin susah buat orang lain berteman dengannya, tapi bukan buat saya. Tulisan-tulisannya yang justru bisa membangun. Dibalik ‘persembunyian’ nya, dia mampu untuk berbuat banyak untuk orang lain. Sekarangpun dia tetap menjadi penulis untuk ‘membangun’ negaranya.

Hari ini normal. Semua berjalan lancar dan hari ini saya masih punya waktu untuk membalas comments teman – teman. :)

Written by chilonic

October 14, 2008 at 2:32 pm

Posted in hari ini

I’m coming

with 7 comments

Pagi ini saya akan kembali menghadapi rutinitas pekerjaan. Ada sedikit kerinduan untuk kembali tenggelam didalamnya. Memang, kalau sedang jenuh saya akan mengumpat, memaki dan menaikan derajat panas emosi saya. Padahal disisi lain saya sangat menikmati keadaan seperti itu. Tidak bisa dielakan, ini adalah bagian dari hidup saya. Jika ada hal selain cerita cinta, mungkin hanya ada saya dan pekerjaan! Haha..

Malam tadi saya bicara dengan Ika lewat telp..lumayan lama 30 menit lebih. Saya benar-benar merasa seperti monyet yang lagi pacaran. Senang setengah mati bisa mendengar suara wanita ini. Selonjoran disofa ngobrol pakai head seat, hati berbunga-bunga, senyum-senyum sendiri dan menghayal. Menghayal apa ya? ;) . Yang pasti setelah itu saya bisa tidur dengan tenang.

Jujur saja, blogging membuat saya bisa mengeluarkan sisi lembut saya. Bukan banci, tapi setidaknya saya merasakan saya punya ‘perasaan’, walaupun diluar sana orang-orang menilai saya sebagai Chilo yang kaku dan temperament. Wah, jangan-jangan saya berkepribadian ganda ya.. hahah..bercanda.

OK, cukup untuk pagi ini..saya berangkat kerja dulu.

Regards,

Chilo

Written by chilonic

October 14, 2008 at 8:17 am

Posted in hari ini

Tagged with

Back to Blog

with 4 comments

Hi all,. .here i am. I’m back to this blog! After more than 2 weeks didn’t write anything for my blog. Firstly, I’d like to say Happy Idul Fitri for all of my friends who celebrated it.

1 minggu saya libur sesuai dengan office schedule, dan saya harus extended 1 week more karena Ika. Dia harus stay di rumah sakit. Salah seorang saudaranya di luar negeri telah mengambil decision untuk memboyong Ika ke rumah sakit disana untuk perawatan yang lebih intensive setelah 2 hari lamanya Ika comatosed. Ya, ini ada hubungannya dengan ‘ex’ penyakit Ika. Kanker rahim itu. Ternyata penyakit lama itu datang lagi dan inilah yang kembali memukul perasaan saya. Ika dan penderitaannya.

Sayang sekali saya tidak bisa mengantar Ika dan orangtuanya, pekerjaan ini mengunci saya. Saya seakan harus selalu ada untuk pekerjaan ini 24 jam! Saya berangkat 3 hari kemudian setelah saya mendapat informasi Ika belum juga sadar setelah dokter melakukan operasi. Terbang 5 jam lebih, mungkin biasa dalam urusan pekerjaan..karena saya bisa tidur dan mengutakatik pekerjaan dari laptop, tapi waktu itu terasa sangat lama dan menjemukan. Dari bandara seharusnya saya bisa langsung ke rumahsakit, tapi kakak Ika insist untuk tetap menjemput dan mengantar saya dulu ke hotel.

Hati saya pilu demi melihat Ika terbaring lemah dengan pipa – pipa kecil yang mengalirkan oksigen dan apapun itu yang membuatnya begitu lemah dan sama sekali tidak berdaya, tapi raut wajahnya menggambarkan Ika sedang tidur dengan nyaman dan bermimpi indah.. Ia cantik seperti biasa saya melihatnya.

Memandang Ika seperti ini, seperti melihat romantisme yang menguap, seperti merasakan balon berisi air yang siap dijatuhkan dari langit. Rasa yang ingin (masih ingin) membuncah. Sulit. Sulit sekali untuk mengungkapkan perasaan yang nyeri ini. Saya sentuh tangannya dan mengecup lembut keningnya. Kemudian saya mendengar mereka satu persatu meninggalkan kami diruangan putih ini. Ruangan putih yang dulu saya mimpikan adalah kamar pengantin kami. Ibu Ika memegang pundak saya dan berkata,” Ika pasti juga kangen sama nak Chilo, katakan apa yang ingin kamu katakan pada Ika”..kalimat yang seakan-akan menggambarkan “she’s fine, Chilo”..

Sekarang ruangan itu hening.. hanya terdengar bunyi gelembung oksigen yang ditiup dari nafas Ika. Saya memandangnya lama. Saya genggam jemarinya dan membisikkan kata – kata yang begitu saja keluar dari mulut saya.

“Ika, I’m here. Wake up, baby… share your dream with me. Is the dream so beautiful and then you won’t to feel the warm air and this beautiful city? Or is there a sexy man that you can’t leave? ..come on. I need to discuss with you about our plans. Our dreams. I miss you. your smile, your voice, your laugh and your cooking. You know what, I left the fuck tasks in apartment and said goodbye to them. Just let them finish it each other. Ika, if I can heal your pain..let me know baby…umm…remember one day you said that if the pain come again you need my heart to heal? .. is it true?.. oh, I’m stupid. I should gave you my heart before you came here. We should come here for our honeymoon..ups, sorry.. it’s my dream, not yours. Don’t be angry, I just wanna make the sexy man jealous. Just finish your problem with him and then wake up! I’m here.. I’m here Ika..” then I realised I was criying. Crying for my pain heart. For the first time.

Saya gak tahu apakah kata-kata saya termasuk kata-kata jimat yang menakutkan, malam itu sehari setelah saya datang itu, nurse dan Ibu Ika membangunkan saya yang tertidur di koridor ruang tunggu. “Bangun nak Chilo, Ika sudah bangun..” pertama saya masih merasa seperti mimpi, tapi senyum Ibu (sama seperti senyum Ika itu) memberikan kekuatan bagi saya untuk bangun dan setengah berlari masuk ruangan putih itu. Saya melihat mata indah itu menatap saya dengan kuyu. Mata indah itu menangis, tapi saya bahagia sekali. Saya ingin sekali memeluknya…ingin berdansa dengannya..ingin memetik gitar dan bernyanyi untuknya.. ingin sekali mencium bibirnya…dan bercinta dengannya… Rasa aneh yang tidak bisa terungkap di ruang putih ini kembali muncul. I just could say “Thanks God, she doesn’t love the sexy man anymore!”

Memang sangat sulit mengatakan rasa cinta ini untuk Ika, karena pernah rasa ini saya ungkapkan Ika selalu bilang saya lagi terkena cinta monyet anak SMP. Jadi, saya terbiasa mengungkapkannya dengan kekonyolan saya. Biarlah..ungkapan yang berbeda ini kami saja yang merasakan. Kalau saja Ika tahu tentang blog ini.. pastilah dia tahu betapa romantisnya seorang Chilo. Hahaha..

Sekarang Ika sudah sembuh.. sudah melepaskan tools/perangkat medisnya tetapi masih harus istirahat sekitar 1 bulan dulu disana sampai dokter menyatakan Ika boleh kembali terbang ke Jakarta. Saya kembali ke Jakarta hari minggu kemarin. Hari ini cuti dulu walau harus tetap melakukan pekerjaan ini. Mohon doa dari semuanya.. semoga rencana kami berjalan lancar.

Ohya…ada 1 hal yang bisa saya simpulkan dari peristiwa ini; CINTA itu kembali memaksa saya dan Ika menambah kadarnya ketika saling membutuhkan.

Regards,

Chilo

Written by chilonic

October 13, 2008 at 1:55 pm

Posted in sakit

Tagged with