Chilonic’s Blog

Daily life of me with light topics ;)

Makan malam

with 6 comments

Tadi malam, Ika menelpon saya. Seperti biasa dia menanyakan apakah saya sudah makan atau belum. Karena memang kebetulan saya belum makan, ya saya jawab belum. Saya di apartment, masih di meja kerja menyelesaikan presentasi untuk meeting koordinasi untuk hari ini.

“kamu masih kerja, ya?.. keluar sebentar, aku tunggu di cafe lobby sini”. Ika memang begitu, tanpa tanya dulu tahu – tahu sudah bilang ada di bawah. Saya terpaksa turun, kalau nggak saya akan berhadapan dengan muka cemberut serta lirikan sadisnya. Ambil jaket (karena belum sempat mandi), trus ngejar list yang nyaris tertutup. Males nunggu. Hahaha..

Ketika sampai di cafe lobby, saya lihat Ika lagi duduk, kaki dilipat, bertopang dagu sambil merem. Kebiasaan. Kalau lagi bete pasti gayanya begitu. Sok cantik, sok anggun. Padahal memang begitu sih..haha. Tapi jujur, Ika memang cantik. Gak nahan di jantung, kalau Ika seperti itu (ups!). Cuma pakai celana jeans dan kaos lengan panjang. Gaya casual gitu aja orang masih melihat sesuatu yang seksi yang sedang dipancarkannya. Enough.

“aku mau nemenin kamu makan. gak usah kemana-mana ya. makan disini aja. bentar lagi pesenannya datang kok” begitu jawabannya setelah saya menyapanya dengan mengecup lembut rambutnya. “emang jam segini belum makan?.. udah jam 9 lho, ka!” trus dia cuma jawab dengan datar, “nggak usah ngomongin aku deh, kamu aja makan gak pernah lihat jam” Hmm..iya juga sih.

Lalu malam itu, kami makan berdua. Ceritanya romantis..haha.., soalnya udah malam dan cahaya lampu cafe serta pancaran air kolam renang dari lampu di luar sana mendukung scene makan berdua ini. Kita bercerita tentang apa saja dan tentu ada gelak tawanya.

You know what, our status is invisible. We walk with holding hands but no direction, but we enjoy it. It’s fun. Someday, I will take seriously about this friendship.

Regards,

Chilo

Advertisements

Written by chilonic

September 5, 2008 at 12:31 pm

Posted in hari ini

Tagged with

6 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Ayo gih, kalau memang sasarannya sudah tepat segera tembak. “Janga tunggu lama lama nanti diambil orang” eh kayak lagu dangdut ya he he h πŸ˜€ thanks

    Hahaha..Ika bisa marah kalau dibilang sasaran tembak. Saya hanya belum mau jadi korban “cinta bertepuk sebelah tangan” πŸ˜†

    yulism

    September 6, 2008 at 1:10 am

  2. Wah, romantis banget nih.
    Hehehe…

    blog tempat saya curhat pak..hahah.., thanks for coming, anyway..

    Edi Psw

    September 8, 2008 at 10:38 am

  3. Wahh …romantis sekali….semoga kekal…..

    I hope so, mam! Thanks.

    edratna

    September 8, 2008 at 8:50 pm

  4. curhat mu kali ini..bikin iri…

    really? πŸ˜‰

    yessymuchtar

    September 9, 2008 at 12:13 pm

  5. hey, Chilo!

    She waited for you in the lobby…
    She accompanied you while having dinner…
    She walked beside you and spent the nite together…

    …masih takut bertepuk sebelah tangan? πŸ™‚

    saya belum mengungkapkan semua kan?.. jadi masih ‘takut’ hahaha…

    jeunglala

    September 10, 2008 at 3:36 pm

  6. mmmm…jadi ingat masa lalu….
    yang jelas saat saya baca sambi πŸ˜†

    Romantis….mudah2an awet ya sampai tua.

    kweklina

    September 13, 2008 at 6:58 pm


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: