Chilonic’s Blog

Daily life of me with light topics ;)

my little concert

with 7 comments

Seminggu ya..saya tidak blogging. Ada hubungan dengan pekerjaan tentu saja. Gara-gara seminar yang 3 hari itu, saya harus merelakan waktu senggang saya untuk menulis. Kantong cerita saya sudah penuh. Tapi hari ini saya bingung mau nulis dari mana.

Hari ini saya masih ada waktu untuk nulis, tapi malam nanti saya akan terbang ke suatu negara untuk meeting dengan representative office. Kemana?.. rahasia. Hahah..saya tidak mau cerita karena itu akan membosankan saya dengan cerita pekerjaan yang bisa membuat adrenalin saya turun naik. Umm…nulisnya pasti juga susah. 🙂

Hari ini Ika check saya. Telpon saya, apakah semua persiapan saya sudah complete sehingga saya tidak terburu-buru. Mulai dari shaver sampai documents. Saya jawab sudah semua, walaupun kadang-kadang suka meleset, gara-gara tersanjung diperhatikan begitu. Padahal hal seperti ini bukan pertama kali.

Hari sabtu dan malam minggu kemarin, saya dan Ika pergi ke puncak. Ada acara keluarga besar Ika. Mereka datang dari beberapa kota, bahkan dari luar negeri. Saya sering diundang mereka untuk hadir. Mereka memanggil saya dengan sebutan yang berbeda beda “Nak Chilo”, “Dek Chilo”, “Mas Chilo”, “Om Chilo”, bahkan ada yang manggil “mbah Chilo”.. hahaha… seru ya, tapi saya senang bisa bergabung dengan keluarga besar ini.

Bagaimana hubungan saya dan Ika?.. mereka sudah mengerti. Fully understood. Jadi tidak ada yang perlu mereka khawatirkan dengan hubungan kami. Ini hanya proses. Kami, saya dan Ika sedang mempersiapkan ini.

Ika sangat suka kalau dengar saya menyanyi sambil bermain gitar. Suara bagus? No!.. tapi syukurlah sudah tertutup dengan suara gitar. Hahah..

Malam itu saya nyanyi dengan gitar saya. Penonton saya selain Ika adalah 2 pasang suami istri om dan tante nya Ika, beberapa keponakan remaja dan dewasa serta seorang pembantu mereka. Saya seperti mengadakan konser kecil. Mereka duduk didepan saya dengan tepuk tangan ketika saya mulai memetik gitar. Hening. Mereka menunggu saya.

Saya sendiri nervous. Ini juga bukan pertama kali saya nyanyi dihadapan mereka. Lagu ini sering saya mainkan sendiri di apartment ketika ada kebosanan. Dengan suara yang standart saya menyanyikannya dengan sepenuh hati. Tentang cinta. Apakah yang ‘sepenuh hati’ tadi dapat mereka ketahui, saya tidak bisa tahu. Tapi saya lihat Ika meneteskan air mata. Yang lain juga. Selesai menyanyi, tangan saya gemetar. Ika yang dari tadi saya pandang ketika menyanyi tadi, memeluk saya. Itu menghilangkan kegugupan saya didepan mereka. Tepuk tangan. Saya mendengar tepuk tangan mereka ketika saya mencium kepala Ika yang tenggelam dalam pelukan saya.

Moment seperti ini membuat saya sangat bahagia. Mereka tahu saya sangat mencintai Ika. Ika hanya butuh waktu menerima saya. Saya harus menunggu walau harus bertahun lamanya. Ika juga butuh bertahun tahun lamanya untuk menerima kenyataan dirinya sendiri, untuk tidak akan akan bisa hamil, punya anak, dan apapun itu yang adalah kebanggaan semua wanita di atas muka bumi ini.

Well?.. saya lega. Saya bisa menceritakan ini. Inilah lagu yang saya mainkan malam minggu itu.

Always said I would know where to find love,
Always thought I’d be ready and strong enough,
But some times I just felt I could give up.
But you came and you changed my whole world now,
I’m somewhere I’ve never been before.
Now I see, what love means.

[Chorus]
It’s so unbelievable,
And I don’t want to let it go,
Something so beautiful,
Flowing down like a waterfall.
I feel like you’ve always been,
Forever a part of me.
And it’s so unbelievable to finally be in love,
Somewhere I’d never thought I’d be.

In my heart, in my head, it’s so clear now,
Hold my hand you’ve got nothing to fear now,
I was lost and you’ve rescued me some how-.
I’m alive, I’m in love you complete me,
And I’ve never been here before.
Now I see, what love means.

[Chorus]

When I think of what I have, and this chance I nearly lost,
I cant help but break down, and cry.
Ohh yeah, break down and cry.

[Chorus]

Now I see, what love means

Unbelievable by Craig David

Advertisements

Written by chilonic

September 22, 2008 at 11:16 am

Posted in Uncategorized

7 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. yang terbaik buat kamu dan Ika ya Chilo…

    *ada yang manggil Opa Chilo gak :P*


    thanks Yessy! I appreciated.

    yessymuchtar

    September 22, 2008 at 12:19 pm

  2. aduh…romantisnya jadi iri…

    Ika ,cepatin trima cinta Chilo,tak ada duanya didunia.:lol:

    kuberdoa semoga kalian bisa cepat bersatu,hidup bahagia sampai the end the world!

    bisa jadi cinta teromantis didunia!

    chilo…mesti cayo ya!

    kweklina

    September 22, 2008 at 10:51 pm

  3. Romantis sekali suasananya. Semoga Ika segera bisa menerima dirimu chilo. thanks

    yulism

    September 22, 2008 at 11:56 pm

  4. Keren … menyentuh sekali … aku suka tulisannya …

    bisaku

    October 13, 2008 at 10:28 am

  5. keren menyentuh kalbu…

    yakhanu

    October 13, 2008 at 3:08 pm

  6. HHmmm …
    Kalo Ika baca ini …
    Aku yakin … aku yakin …
    segera … segera …

    Nice …

    Ups! .. I’m not ready yet if she read my blog. If so, I won’t write. It’s my secret blog :mrgreen:

    nh18

    October 20, 2008 at 2:34 pm

  7. Chilo… kalo gw jd Ika ga perlu nunggu lama2 lagi deh terima cinta mu

    Good man for good woman

    Mary

    November 21, 2008 at 3:19 pm


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: