Chilonic’s Blog

Daily life of me with light topics ;)

Archive for the ‘marriage’ Category

Jika dia selingkuh?

with 17 comments

Sepotong percakapan pada suatu makan siang.

 “kamu tidak khawatir, suami kamu selingkuh dengan wanita lain setiap dia tugas keluar kota atau ke luar negeri berhari hari?”

“umm.. begini. Kalau saya bicara khawatir..itu pasti ada dan itu sedikit saja. Selebihnya, saya percaya dengan suami saya atas commitment yang telah kami buat. Mengenai dia selingkuh atau sex for one night stand setiap kota yang disinggahinya..itu pertanggungjawaban atas commitmentnya sendiri terhadap saya. Dan itu juga urusan dia dengan Tuhan. Saya?.. saya juga punya tanggung jawab itu terhadap commitment dan terhadap Tuhan…”

At the first time, saya bingung dengan jawaban wanita ini. Pertanggungjawaban? .. Commitment? ..lalu Tuhan?..Oh,.. dosa maksudnya. Jadi, dia tidak mau tahu urusan suaminya untuk dosa dengan selingkuhi wanita lain.

Percakapan yang menarik di siang hari kemarin dengan teman teman saya. Ada Joseph, Riana dan Liem. Mereka semua sudah berkeluarga (kecuali saya B-) ). Joseph dan Liem terang terangan menceritakan ‘dosa’ mereka kepada kami semua. Chilo?.. Haha..good listener! ;)

Saya suka jawaban Riana. Bukan suka karena kemudian pembelaan buat saya dan pria lain untuk tetap berselingkuh tapi karena penerimaan Riana atas habit suaminya untuk her everlasting marriage.

Duh, walaupun saya belum married, pembicaraan ini jadi pikiran saya. What do you think bloggers? Can you share with me?..

Thanks & I’m waiting )

 

Regards,

Chilo

Advertisements

Written by chilonic

December 2, 2008 at 11:52 am

Posted in marriage, seducer

Tagged with

Bad day.

with 5 comments

Saya sedang kesal hari ini. Everything made me mad! Saya marah pada semua orang di meeting hari ini. Meeting yang dimulai dari jam 9 pagi tadi baru selesai jam 2 ini. Mereka seakan benar benar mendapat kelas bebas ketika saya tidak dikantor beberapa hari kemarin. Tidak ada yang bisa memuaskan saya dengan data data yang saya minta. Blank!.

Berangkat ke kantor setengah hati seperti ini justru diperparah dengan kinerja bawahan yang berantakan seminggu ini. Saya memang marah, saya kecewa.. dan saya telah melemparkan files yang tidak berguna itu di meja meeting hari ini. Dan wajah-wajah tertunduk itu yang membuat saya meninggalkan ruang meeting yang tidak selesai ini. Saya minta, bagaimanapun caranya meeting besok pagi sudah menjawab apa yang saya mau.

Maafkan saya. Layak atau tidak saya menulisnya di blog ini dengan marah saya, let me says sorry. I just wanna reduce it. Saya ingin menulisnya..karena saya tidak bisa membicarakan ini. Saya lebih comfort dengan menulis. Jika tidak dimulai dengan masalah cinta saya dengan Ika, saya tidak akan pernah menulis. Jika bukan karena saya mencintainya, saya akan melepaskannya..karena saya tidak suka masalah yang tidak pernah selesai.

Aneh. Menulis..share tentang perasaan, membuat saya seperti bukan saya. Tapi sudahlah, semua orang yang saya tulis disini tidak akan pernah tahu tentang blog ini. Karena ini rahasia saya. Diary?.. mungkin. Tapi saya senang..diary saya mempunyai feedback. Your comment, my friends. Thanks.

Well,..saya selalu punya mimpi. Mimpi yang penuh ambisi saya jadikan kenyataan sebagai bukti kesuksesan saya. Saya boleh bangga 80% mimpi itu real! Dimana sisanya? .. Ika. Lama lama saya bisa gila dengan masalah cinta kali ini.

Awalnya saya juga ingin ini berakhir indah. Namanya juga mimpi, tapi tenyata saya punya banyak batu sandungan. Dimulai dari Ika yang walaupun surprise dengan kedatangan saya, ternyata saya juga harus menghadapi lagi keraguannya. Setelah kembali saya yakinkan, dia percaya lagi. Duh, ini benar  benar mempertaruhkan kesabaran saya. Ada sedih, ada bahagia. OK, it’s normal.

Pulang ke Jakarta, saya harus menghadapi keluarga yang mulai menentang keputusan saya. Saya diminta untuk berpikir lagi. Bukankah Mom sudah setuju?.. ya, tapi bukan Dad. Lewat Dennis, yang juga meminta saya untuk berpikir lagi, Dad menyampaikan kekecewaannya. Lebih parah lagi,.. saudara saudara Ika. What’s wrong with me?..

“please Chil, they are your parents. They want you all the best. You are the only one son. Kamu pikir mereka tidak ingin grandchild dari darah daging mereka sendiri?..”  Kata kata yang menyakitkan itu saya dengar dari suara Dennis di telpon sabtu malam kemarin. Kemudian kata-kata lain lagi yang akhirnya harus saya akhiri dengan membanting cell phone sampai berkeping keping di lantai.

Lalu kakak lka yang sulung sempat menemui saya. “tolong pikirkan lagi, mas Chilo. biarkan Ika sembuh dulu. Saya ingin dia tetap disana. Jangan buru-buru memutuskan untuk menikah dengan Ika…then..bla..bla..bla..”  Kalau bukan kakak Ika………

The last one, from Ika. “Chil, maafin saya. Saya menyesal dengan kata kata saya. Saya juga bingung dengan diri saya sendiri. Saya memang kangen kamu, tapi kadang kadang saya tidak siap untuk bertemu dengan kamu. Kata – kata “menikah” itu membuat saya nervous, Chil.. I feel.. I’m not ready yet. Jangan marah dulu. Ika hanya butuh waktu. Lagi.” 

Kualat. Seorang teman pernah menyebut saya kualat. Apakah benar saya kualat?.. Balasan? .. hhhh..apapun namanya. Saya TIDAK menyerah.

– kalau saya masih 5 tahun, saya akan berlari sembunyi dan menangis..  tapi sayang, I’m 34 years Don Juan old :mrgreen:

Regards,

Chilo  😦

Written by chilonic

November 17, 2008 at 4:02 pm

Posted in hari ini, marriage

Tagged with , ,

Rindu Chilo??

with 14 comments

Malam itu indah.  walaupun dinginnya menusuk tulang karena hujan seharian. Seharian itu kesabaran tidak mampu menahan keinginan saya. Saya akan menemuinya..tapi saya harus melewati malam ini dulu. Saya harus menahan jantung ini berdetak kencang melewati malam ini.

Kemudian sinar pagi di celah tirai jendela kamar hotel itu. Membangunkan saya yang baru tertidur dini hari tadi. Mata saya lelah masih ingin terpejam, tapi seluruh tubuh saya seperti mempunyai aura yang lebih besar dari biasanya. Ya, saya harus bangun. Saya harus menemuinya.

Dia sedang duduk bersimpuh, bermain dengan anak lelaki kecil yang tertawa riang karena dia sedang menggodanya. Ya, Ika. Dia begitu kaget ketika melihat saya datang. Langsung berdiri, wajahnya tercengang, matanya terbelalak seakan memastikan bahwa saya bukan alien dari planet asing, dan mulai menggenangi mata indah itu dengan air mata. Saya menghampiri wanita yang sangat saya cintai ini. Kami berpelukan dan saya dapat merasakan pelukannya yang kuat yang seakan menyatakan kerinduannya.

Hh..saat ini saat yang sangat saya nantikan. Menemuinya. Tangannya menyentuh kedua pipi saya, matanya yang masih basah itu tengadah menatap saya. No words. Silent. Keiko (the little boy) gone with his mother (Ika’s sister). Kemudian dia memeluk saya lagi. Miss me so much, lady?? I could feel the hug wasn’t lie 😉  Me??.. haha..don’t ask!

“saya kurus ya..chil?.. kelihatan tua ya..? tapi kata dokter saya sudah lebih baik… jadi tidak perlu kawatir, chil…”. Sesak. Itu yang saya bisa rasakan, ketika Ika memulai percakapan. Dia tidak perlu mengucapkan itu, tapi hati saya harus kuat menghadapi emosi Ika.

Setelah selesai dengan meeting demi meeting 6 hari itu, saya memang tidak langsung pulang ke Jakarta. Seperti yang saya tulis sebelumnya, saya memang kabur. Saya terbang ke kota dimana Ika berada. Saya hanya punya waktu 1 hari saja, karena saya harus segera menyelesaikan urusan pekerjaan di Jakarta.

Saya bilang sama Ika untuk tidak mengkhawatirkan keadaan. Apalagi berkata seakan akan saya tidak bisa setia. Saya sudah cukup lelah memastikan bahwa saya bisa setia. Tapi saya tidak akan menyerah. Ini perjuangan saya untuk memenangkan perasaan saya. Perasaan untuk mencintai dan dicintai Ika (serious!)

Saya akan datang lagi menjemput Ika bulan depan. Baru kali ini saya merasa diatas angin. Kenapa?.. umm.. karena baru kali ini saya merasa Ika sangat merindukan saya. Pelukan yang kuat itu. Genggaman kuat itu. Dan airmata itu. Dia mengantar saya ke airport. Dalam pelukan itu Ika membisikan kata-kata yang membuat saya menjadi besar kepala. “I miss you so much. really..” Rasanya saya tidak perlu plane untuk ke Jakarta.. saya ingin terbang sendiri..hahaha…

So, do you miss me too my friends? :mrgreen:

Regards,

Chilo

Written by chilonic

November 14, 2008 at 1:20 pm

Posted in marriage

Tagged with

Debar jantung..

with 13 comments

Lega. Akhirnya saya punya waktu juga untuk menulis siang ini. Saya baru sadar, saya menulis kebanyakan setiap hari Senin ya.. setelah hari rabu saya menghilang lagi 🙂 . Bukan kenapa – napa, setiap hari rabu sampai jumat (especially) adalah resume semua pekerjaan dari hari senin sampai jumat itu sendiri, dan..tanpa saya sadari harus bertemu senin lagi..begitu seterusnya.. dan begitulah waktu berlalu begitu cepatnya.

Hari ini mau nulis apa ya? Umm..mungkin tentang weekend kemarin saja ya. Activities masih seperti biasa sebenarnya, termasuk hang out dengan teman-teman hari sabtu kemarin. Got apartment at midnight. Sendiri?.. iya, tenang saja :mrgreen: . Minggu, saya bangun siang dan ini kesempatan saya untuk beristirahat. Jam 11.30 AM saya bangun, breakfast (???) dan membaca koran minggu…lalu berakhir lagi dengan laptop. Ada yang belum selesai, yang harus diselesaikan. Penasaran. Hahaha..

Sekarang tentang Ika. Kami chatting menggunakan webcam. Sepertinya dekat sekali. Model rambutnya new look, karena banyak yang rontok, agak kurus tetapi selalu cantik dengan senyumannya. Saya ingin membelainya, memeluknya. Ini memang baru pertama kalinya kami chat dan dengan webcam. Saya tahu mengapa Ika tidak confidence. Saya tahu dibalik senyum itu ada sedih. Saya tahu dibalik suara yang riang itu ada tangisan. Yang saya tidak tahu, mengapa dia seperti itu. Apakah Ika hanya mencoba untuk menyenangkan saya supaya tidak ingin dikasihani?. Aduh, saya benar-benar tidak ingin berpikir negative 😦

Saya mau cerita 1 hari sebelum saya pulang ke Jakarta. Ika masih di rumah sakit. Pagi itu kami duduk berdua di teras kamarnya. Saya merangkul Ika ke dalam pelukan saya. Dia terlihat rapuh dan lemas bersandar di dada saya. Kami menikmati pagi dengan kabut nya. Pemandangan taman didepan kami dengan bunga – bunganya – sangat indah. Menyenangkan sekali. Saya ingin selalu memeluknya.

“Chil..jantung kamu berdebar kuat..” suara lemahnya membuyarkan sekilas lamunan indah saya.

“oh,..iya..mungkin karena telinga kamu didada saya. Tidak apa-apa”…padahal itulah yang terjadi setiap kali saya memeluknya.

“You know what?..rasanya saya ingin menyerah setiap kali rasa sakit itu muncul. Tapi setiap degupan jantung yang saya dengar dari orang yang memeluk saya, saya bersemangat lagi. Saya seperti diberi kekuatan. Saya senang dipeluk..Chil..” Ika menatap saya. Senyum lemahnya mengembang. Ika seperti anak kecil.

“Kamu harus percaya kamu akan sembuh. Semua mengharapkan kamu sembuh. Jangan lemah, kalau begitu kamu akan membuat mereka sedih. Semua mencintai kamu..” – saya juga, Ka.

“Jangan tunggu saya. Tuhan punya rencana sendiri buat hidup saya. Kamu juga. I’m not your everything. You have your own life..” (nada pesimis yang sangat saya benci)

“Please .. stop talking that” seharusnya dia juga bisa baca nada ‘tidak suka’ saya.

“nggak Chil..kamu harus tahu itu dari sekarang. Saya belum tentu menikah dengan kamu. Siapa yang tahu hari nanti?.. Saya menikah dengan pilihan Tuhan..atau tidak akan menikah sama sekali. Who knows?”. Sungguh, hati saya sakit mendengar ini. Tapi Ika benar. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi nanti.

“Ika sayang sama Chilo. Ika tahu Chilo sayang juga. Tapi jangan khawatir..cuma hati kamu yang Ika punya saat ini. Ika juga ingin berkeluarga meskipun Ika tidak akan bisa hamil. Ika juga ingin cantik didepan suami Ika nanti. Mudah-mudahan suami Ika, kamu ya Chil.., aduh..lengannya tolong dilonggarkan sedikit. Sesak. “.. umm..romantis sih, tapi not perfect 😛

Tapi sudahlah, saya tidak mau memperbesar tanda tanya di kepala saya. Biarkan Ika seperti itu dan saya hanya akan mengenang kata-kata indahnya saja. Saya ingin memeluknya lagi.

Besok pagi saya akan terbang lagi. Seminggu penuh. Sudah ditelpon Ika?.. sudah. Checksheet yang sama seperti yang kemarin. Saya sedang merencanakan untuk kabur. Kabur?.. oh, maksud saya, setelah meeting saya mampir memeluk Ika. Hahaha.. wish me luck!  8)

Now, tell me … siapa yang tidak bisa menahan rasa rindu?.. you?..oh, come on! 😉

Regards,
Chilo

Written by chilonic

November 3, 2008 at 2:10 pm

Posted in hari ini, marriage

2 days with Mom

with 13 comments

Saya masih punya waktu 1 jam untuk menulis dulu sebelum berangkat ke kantor. Beberapa hari terlewatkan lagi karena routinitas, tetapi saya sempatkan pagi ini untuk kembali menulis. Saya telpon Iman (the driver) just now , dia bilang masih dijalan 15 menit lagi baru sampai sini.

OK. Hari jumat kemarin, seharusnya saya jemput Mom di airport. Berhubung ada meeting penting yang tidak bisa saya hindari, Iman lah yang pick her up. Kasihan sekali Mom, dia jadi korban pekerjaan saya jumat itu. Harus menunggu saya di lobby apartment sekitar 1 jam. Senyumnya mengembang ketika melihat saya datang. It’s OK .. jawabnya ketika saya mengungkapkan penyesalan saya.

Kami makan malam berdua di restoran lobby. Banyak hal yang kami bicarakan termasuk tentang Ika. Mom memang ingin membicarakan hal ini, ketika tahu saya berangkat menemui Ika waktu itu. Mom pernah bertemu Ika sekali waktu acara ulang tahun Dad tahun lalu, namun karena memang belum ada ikatan apa-apa, saya mengenalkan Ika sebagai teman saya.

Selama Mom disini, kami membahas Ika. Mom sepenuhnya percaya akan langkah yang sedang saya ambil dalam berhubungan dengan Ika. I understood what she meant. Mom juga orang tua yang mengharapkan keturunan dari anaknya. I stared at her. She has same eyes like Dad. She understand me, my feeling. By that, I can feel Dad have same opinion like her. Wisely.

“..it’s not about me or your dad. It’s about you. you have the choice in your hand. Since you were a little child, we always give you freedom to choice anything you want. But it’s not about love only, there is responsibility in it. As a mother, I worry.. but you are not my little boy anymore. I don’t want you take wrong steps. … after I knew about Ika, I believe in you. Don’t take time too long. Both you and Ika need each other. So, when she’s back, come to us. ….”

See? .. I feel like a trully little boy when she talked to me like that. Selebihnya adalah same treatment like Ika. Haha…. I’m grateful.

Iman already arrived, need to go now. Happy Monday, everyone!

Regards,

Chilo

Written by chilonic

October 20, 2008 at 8:48 am

Posted in hari ini, marriage

Tagged with

Still here

with 5 comments

Saya masih disini. Di apartment saya. Masih sakit?… Gak, udah mendingan. Saya sudah ke dokter tadi malam. Obat obat nya masih seperti yang dulu. Sama persis setiap kali saya sakit.

Gara gara muntah setelah mandi kemaren sore itu, saya langsung berangkat ke rumah sakit. Sendirian. Nyetir sendiri, karena tidak jauh dari sini.

Dan memang, kalau sakit yang mengganggu activity begini membuat saya berpikir kenapa tidak menjaga waktu makan saya dengan baik. Saya sangat tidak berharap harus stay di rumah sakit dan terbaring menahan sakit yang parah. Memang ada yang harus saya rubah.

Dr. Leonel malah advise, makanya buruan nikah bachelor, biar ada yang merawat dan memperhatikan setiap hari. That’s right, I think. Mom and Dad always care each other. Full in love. Just wondering, if I can have a wife as my Mom? Haha.. So far I think she must be beautiful and sexy. Kidding.

When I were in lift after came back from the hospital, there was a couple behind me. I know the man, stay in 16th floor, “bule”. The woman, Indonesian. From the mirror, I saw them kissing. Hhh… so dare!, the man have married. I also know his wife. She’s a nurse in the hospital where I went to.This couple made me getting sick..more. Doesn’t he love his wife anymore?

Regards,

Chilo

Written by chilonic

September 10, 2008 at 1:46 pm

Posted in hari ini, marriage, sakit

Tagged with

Mom’s calling

with 5 comments

Minggu kemaren saya mendapat (calling) telephone dari Mom. Beliau inform saya mengenai keberangkatannya dan Dad ke Aussie untuk menghadiri pernikahan Dennis. Dennis adalah saudara sepupu saya. Dulu sewaktu kecil sampai SMA dia tinggal bersama kami di Jogjakarta. Kami sangat menyayanginya. Dia tidak hanya saudara buat saya tapi juga sahabat, dan teman bermain saya.

Perceraian. Ya, Dennis harus mengadapi perceraian orang tuanya di usianya yang masih kecil. Mom kasihan dan meminta orang tua yang bertikai itu untuk membiarkan Mom menjaga dan merawat Dennis. Saya mengerti sekali perasaan Dennis dikala itu bahkan sampai sekarang. Ini adalah pelajaran hidup untuk kami semua.

Sebenarnya informasi pernikahan dari Mom ini, bukan pertama kali saya tahu, karena Dennis sendiri sudah mengirimkan invitationnya. Inti dari my mom’s calling that day adalah: Marriage. When?. With who?. Hahaha.. tentu saja Mom bertanya ini pada saya. Saya mengerti maksud Mom. Masak sih, anak lelakinya yang sudah tidak muda lagi ini [ info: kepala 3 😉 ], belum ada tanda-tanda akan mengirimkan invitation at least mengajak dinner dan memperkenalkan calon mempelainya.

Jawabannya masih dengan ketawa saja. Jawaban yang cukup berat untuk di jawab sekarang. Saya masih bisa menantang pertanyaan disetiap presentasi dan argumentasi dengan management di kantor, tapi pertanyaan Mom & Dad??

Wah, benar saja. Blog ini tempat curhat yang baik cocok sekali kondisi sekarang ini. hahhaa…

Well, my lady.. can we talk now? They can’t wait.. 😉

Regards,

Chilo

Written by chilonic

September 9, 2008 at 10:00 am

Posted in marriage

Tagged with