Chilonic’s Blog

Daily life of me with light topics ;)

Archive for the ‘night’ Category

The night (again?)

with 13 comments

Sudah malam. Seharusnya semua orang sudah terlelap dalam tidur. Karena ada besok adalah hari untuk kembali menguras energy. Tapi saya tidak. Saya menyukai malam ini. Umm..mungkin malam malam sebelumnya juga. Setiap kali saya menyelesaikan kegiatan apapun juga saya tidak langsung menuju tempat tidur. Ada yang lebih nikmat dari pada itu.

Apa ya?.. mendengar kata nikmat itu membuat penasaran ya?. OK, buang pikiran jelek itu. tentang saya dan sang malam tentu saja. Seperti orang bilang, malam itu gelap..dan siang itu terang, maka akan selalu ada perbedaan antara siang dan malam. Just feel free to describe by yourself about night and day.

Apa yang nikmat itu buat saya di malam hari ya?.. Coba cerita romantis itu saya singkirkan dulu. Saya pernah cerita saya¬†menikmati malam di kamar yang gelap, memainkan gitar dan mengutarakan perasaan. Salah satunya, ya. Yang lain..? Ketenangan. Tidak ada pekerjaan, tidak ada emosi, tidak ada perasaan perasaan aneh ( ūüėČ ), dan hanya saya. saya dan malam.

Hahaha… sorry, there is no¬†point in my posting tonight. It just because I don’t have any idea to write. I can’t sleep. I’m alone. No, i don’t need someone to accompany me. Amanda gone already. I already called Ika and chatted by webcam too. The laugh have made me feel good. But I like this night. . So? ..

I just wanna say “Good Night”.. ¬†:mrgreen:

Regards,

Chilo

Advertisements

Written by chilonic

November 30, 2008 at 11:08 pm

Posted in night

last night

with 15 comments

Hari hari saya belakangan ini selalu penuh dengan tawa. Karena ada Amanda yang sepertinya tidak ada hari yang berlalu tanpa bercanda dan tertawa. Liburannya kali ini hanya diisi dengan membaca novel dan menonton drama series. Kadang tertawa sendiri atau meneteskan airmata ketika membaca atau menonton. Dia marah kalau saya tertawakan. Bantal sofa menjadi langganan untuk dilempar. Anak aneh.

Suatu kali ketika pulang kerja, saya tidak mendapati Amanda di setiap ruangan. Saya panggil tidak dijawab, telpon cellular nya sibuk terus. Sampai saya telpon security jika mereka melihat Amanda pergi hari itu. Jawabannya nihil. Do you know where I found the blonde girl?.. di dalam lemari pakaian! Duduk bersandar  dibawah gantungan baju baju saya. Sedang menelpon seorang yang belakangan saya tahu ternyata pacarnya!. God! Sampai begitukah reaksi seseorang yang sedang jatuh cinta?.. oh,.. are you not, Chilo? :mrgreen: 

I am. Saya juga sama seperti Amanda, walau grade nya lebih sedikit ūüėČ . Kalau masalah pekerjaan belakangan ini normal, dan sempat chat dengan teman teman blogger, hati saya terasa nyaman. Karena buat saya tertawa itu adalah obat yang baik untuk masalah saya. Pulang ke apartment kembali bercanda dengan Amanda yang selalu punya cara untuk bercanda. Kalau sedang baik hati wanita ini akan memijat pundak saya, tapi dengan berat hati sambil nonton drama konyol itu. ¬†

When the night comes, it’s not like the day. I have to face my (own) loneliness. Crouching on my bed, then the yearnings come. I can’t lie. I miss so much. Letih dan rasa ngantuk dikalahkan oleh kerinduan saya. Akhirnya saya bangun dan mengambil gitar. Dalam kamar yang gelap itu, saya memandang keluar jendela. Menyanyikan beberapa lagu.

Malam tadi saya tidak tahan. Saya telpon Ika. Awalnya saya masih dengan perasaan rindu saya, tapi seperti yang dahulu, kami saling bercerita dan kemudian tertawa. Ah, malam yang indah ketika saya memikirkan hanya saya dan Ika. Masalah (saya) menguap malam tadi. Malam tadi adalah malam saya kembali merasa “you are belonging to me”. ¬†Ya, malam tadi adalah optimist, the dream is not only a dream.

Regards,

Chilo

Written by chilonic

November 26, 2008 at 1:23 pm

Posted in Amanda, night

Tagged with

The whisper

with 9 comments

It’s not suddenly.¬† Saya rindu. Ya,..sangat rindu. Ruangan ini sudah lama tidak tersentuh kehadirannya. Ada beberapa barang di tempat ini yang kembali dan selalu membuat saya ingin dia datang. Hhhh.. kalau saya boleh berandai¬† andai.

Dia memang bukan wanita pertama yang saya perbolehkan masuk. Menganggap tempat ini seperti rumahnya sendiri. Memperlakukan saya seperti seorang kekasih hati yang pantas diperhatikan dan dilayani. Memanjakan saya. Tidak membiarkan saya jatuh sakit. Wonderful life, isn’t it?

Tapi tunggu dulu. Dia bukan seperti wanita yang lain, who warmed the cold bed with me. But she let me lean on her lap. Chucking my hair. Kiss my brow. I never so in love, baby. Only with her.  

Saya ingin mengenang saat saat indah ketika saya bersamanya. Masih ditemani gelas dan aroma yang kemarin. Setidaknya rasa rindu berlebihan ini berkurang. Saya belum punya cara yang lain. Sorry.

Remember my old post? ..”my little concert“.¬† Ya, setelah concert itu. Malamnya saya tidur di sofa di ruang tamu villa itu. Antara sadar dan tidak, saya merasa tidak sendirian diruangan itu. Saya lihat Ika duduk di seberang sofa dimana saya tidur. Duduk dilantai bersandar pada sofa dibelakangkanya. Sedikit terkejut, saya berusaha bangun. “Sstt…jangan bangun. Begitu saja. Saya hanya ingin memandang kamu..”bisiknya ketika saya akan menanyakan mengapa malam malam begitu dia duduk disana dan belum tidur.

“but why?!” tanya saya ikut berbisik karena takut yang lain bangun. “kata orang, kalau melihat orang lain tidur bisa kelihatan aslinya..beneran apa nggak” jawab Ika tetap berbisik. Saya tercengang. “so?, am I not original?” (stupid Chilo). Dia tersenyum.

Lalu malam itu kami duduk berdua di sofa itu. Dia bersandar dibahu saya memeluk lengan saya dan kepala saya yang posisinya lebih tinggi, saya rebahkan ke kepalanya. Berkelut kedinginan dalam selimut tebal, dan menyatukan hati agar cahayanya tidak padam. Cukup lama kami merasakan keheningan malam itu. “Ika senang malam ini bisa berdua dengan kamu. Malam ini indah sekali untuk saya” bisiknya lagi. Hanya itu.

Seandainya dia bersandar pada dada saya, dia bisa merasakan debar jantung yang membuat badan saya panas dingin. Saya tahu malam itu adalah malamnya Ika membagi kegelisahannya. Ika jarang untuk bisa  mengungkapkan perasaannya. Berbeda dengan saya.

Kemarin malam, setelah malam yang rusak itu, Ika menelpon saya. Kenapa bukan saya?..karena saya sedang melatih diri untuk sebuah kesabaran walaupun akhirnya buruk. At all.

“Saya tahu kamu kecewa. Bukan Ika saja tetapi juga dari yang lain kan?.¬† Kalau saya tidak punya beban yang mengikat disini, saya juga akan terbang menemui kamu. Tapi ada keadaan yang kamu harus tetap mengerti. Mungkin waktu kita bersama dibatasi..sudah cukup. Kamu harus terima itu. Jangan lupa Chil, Ika selalu berdoa. Tuhan tahu yang terbaik untuk hubungan ini”. Ika mengucapkan itu dengan terisak. Mencoba memberi pengertian untuk seorang yang egois seperti saya. I couldn’t say anything. Just listened.

“Dengar. Ika janji akan baik baik saja. Ika harap kamu juga begitu. Kalau kamu setuju, kita bisa memulai commitment dari sekarang”. Hah? Commitment??.. God!, You know what just I did!

You know what I could say?.. “I don’t wanna let you go from my life. I love you. I’ll wait until God brings you to me.” Lemas.

Forgive me.

 

Chilo

Written by chilonic

November 21, 2008 at 9:49 pm

Posted in night

Tagged with

Blank

with 10 comments

Manusia itu lemah. Ya, lemah. Kenapa manusia? karena kalau hanya menyebutkan saya lemah, artinya saya sendirian..padahal banyak manusia yang lemah seperti saya. Jahat ya? Hahaha.. Pernah dengar manusia bertobat berbuat dosa lagi?. Tentu saja, karena manusia itu lemah.

Jangan pergi dulu. Saya ingin mengajakmu keliling. Ingin menyenangkan hati sebentar. Apa ya?.. Begini.. do you agree with me if there are no men in perfect? I think women can say yes in their mind ūüėČ

Jika gerimis tadi malam menciutkan hati. Jika kepala merindukan tempat untuk bersandar. Jika dada merindukan pelukan. Jika keheningan malam menebalkan kesendirian. Apa yang salah? Masa lalu bahkan lebih hebat dari ini. I was satisfied.

Then there was a smile. flash. nakal. menggoda. You were there. Blurred behind my Grey Goose glass. Don’t move. This would be my last glass. What a sexy bitch! since you made my lips trembled. Say goodnite then..blank!

Take a note: I never feel sorry.

Regards,

Chilo ūüėź

Written by chilonic

November 20, 2008 at 1:14 pm

Posted in night, seducer

Tagged with

Alone but…

with 14 comments

Bachelor-way. Semua harus dilakukan sendirian. Tidak ada yang mencampuri urusan pribadi. Tidak ada family. Sendirian di apartment. Menyenangkan bukan?… Bebas!. Urusan bersih-bersih¬†sudah ada yang melakukan. Tinggal pulang, duduk santai di sofa, nonton berita, makan malam, dan jika masih terobsesi dengan pekerjaan hari ini bisa dilanjutkan sampai larut malam, atau bisa ke gym dulu lalu mandi air hangat sebelum menemani bantal-bantal yang kedinginan itu.

Sekarang beda. Waktu itu menyenangkan karena suatu perasaan. Hati bersenang-senang, bibir bersiul, gitar bersenandung, kesendirian diruangan itu nikmat, karena ada yang mengisi hari diluar sana. Sekarang kesendirian yang sepi. Pulang.. ruangan itu seperti tak bernyawa. Parahnya, pekerjaan tidak ingin bersama saya, karena dia tidak punya masalah. Turun mencari makan malam sudah malas, dan diperparah dengan lemari pendingin yang kosong. Duh, malam yang membosankan padahal saya sempat blogging dan ternyata tidak membantu.

Akhirnya saya ke balkon, mencari udara segar..siapa tahu ada yang segar-segar lagi jalan-jalan keluar..hahaha… (menghibur). Masih memakai baju yang dari pagi tadi (sudah lepas dasi dan jas), saya merasakan angin malam. Saya tahu Jakarta masih hiruk pikuk dimalam hari seperti itu, tapi buat saya tidak berarti. Kilatan air kolam dibawah sanalah, yang akhirnya membuat saya berinisiatif untuk segera turun, dan memutuskan untuk berenang saja. Swimming at 11 PM.

Setelah cukup membakar kalori..umm..lelah maksudnya, saya naik untuk bersiap mandi. Kemudian Cell phone saya berbunyi. Dari Ika.  Saya (baru)tersenyum, setelah beberapa jam sejak pulang kerja tadi.

“Kamu belum tidur?..masih bekerja?..” suara nyonya besar yang kurindukan itu terdengar perhatian sekali. “baru selesai mandi, baby. Sebentar lagi saya mau tidur, tapi saya beruntung..kamu telpon saya. Miss you so much”, jawab saya happy. “kamu tahu¬†ini jam berapa?.. jam¬†1 malam di Jakarta!”, haha..kalau nada agak aneh begini saya mulai guilty. Padahal dia yang telpon, kesannya saya yang mengganggu ya.. hahah..

Percakapan malam itu diakhiri dengan wejangan-wejangan lama, mengingatkan saya ketika pertama kali jauh dari Mom and Dad. Makan malam nggak?..tapi tidak menanyakan saya makan malam sama wanita mana ūüėČ . Setidaknya¬†orang ganteng¬†:p seperti saya memang patut di cemburui. Tapi bagaimanapun bentuk dan cara kami menjalin hubungan ini, saya menikmatinya. Unik. Seakan-akan kata cinta tidak perlu diungkapkan. Padahal maunya seluruh dunia harus tahu kata-kata “I LOVE YOU” itu..hahah..

“Minum susu coklat hangat saja, Chil..biar perutnya gak kosong..” pesan Ika malam tadi. “Baiklah, nyonya Chilo”..jawabku nakal yang langsung dijawab tut..tut..tut.., kalau tidak, sampai pagi kami bisa collaps karena ngobrol yang tidak habis-habisnya.

Segelas coklat panas dan perhatian yang mendalam (Chilo kumat!), malam tadi seperti malam sebelumnya.. “with love” :mrgreen:

Regards ūüėȬ† ,

Chilo

Written by chilonic

October 15, 2008 at 10:34 am

Posted in night

Tagged with