Chilonic’s Blog

Daily life of me with light topics ;)

Blank

with 10 comments

Manusia itu lemah. Ya, lemah. Kenapa manusia? karena kalau hanya menyebutkan saya lemah, artinya saya sendirian..padahal banyak manusia yang lemah seperti saya. Jahat ya? Hahaha.. Pernah dengar manusia bertobat berbuat dosa lagi?. Tentu saja, karena manusia itu lemah.

Jangan pergi dulu. Saya ingin mengajakmu keliling. Ingin menyenangkan hati sebentar. Apa ya?.. Begini.. do you agree with me if there are no men in perfect? I think women can say yes in their mind 😉

Jika gerimis tadi malam menciutkan hati. Jika kepala merindukan tempat untuk bersandar. Jika dada merindukan pelukan. Jika keheningan malam menebalkan kesendirian. Apa yang salah? Masa lalu bahkan lebih hebat dari ini. I was satisfied.

Then there was a smile. flash. nakal. menggoda. You were there. Blurred behind my Grey Goose glass. Don’t move. This would be my last glass. What a sexy bitch! since you made my lips trembled. Say goodnite then..blank!

Take a note: I never feel sorry.

Regards,

Chilo 😐

Written by chilonic

November 20, 2008 at 1:14 pm

Posted in night, seducer

Tagged with

clean the mess

with 11 comments

Saya datang ke kantor early morning. Belum ada secretary, receptionist, even my subordinates. Just the security with the shock face. Masuk ruangan yang gelap dan kali pertama saya mendapati ruangan kerja saya gelap. Saya letakkan tas di sofa dan kemudian menuju ke kursi dibelakang meja kerja itu. Duduk. Sandarkan punggung dan rebahkan kepala. Kemudian saya menutup mata, menikmati posisi yang menyenangkan itu.

Saya lelah. Semalaman saya tidak bisa tidur dari setelah pulang kantor saya mendekam di apartment. Banyak pikiran aneh yang melintas di kepala saya. Saya juga tidak berusaha bicara dengan orang lain ataupun hang out dengan teman-teman saya. Saya matikan cell phone. Saya hanya ingin sendiri. Lalu membaca beberapa comments dari teman-teman untuk tulisan saya kemarin. Saya merasa ada dari dunia lain yang mencoba membantu. Ada Yessy, Goenoeng, Yulis dan kemudian Lala. Thanks for the support. Saya berusaha mencari waktu yang baik untuk diri saya sendiri. Saya sangat menghargai masukan anda. Believe me, saya bisa melewati ini.

Saya tertidur lebih kurang 30 minutes di kursi saya. Masih pagi memang. Tapi saya bisa mendengar langkah – langkah kaki di luar ruangan. Mereka mulai berdatangan. Saya berdiri, menyalakan lampu dan memcuci muka. Better.

Meeting pagi tadi saya minta diruangan saya saja, biar tidak terlihat tekanan buat mereka. Saya berusaha santai dan berusaha mendengar. Satu persatu mereka presentasi menggunakan LCD. Saya mencoba sabar kali ini. Walaupun masih kurang memuaskan, saya akhirnya memberikan guidance. Seperti guru kepada murid – muridnya. Saya merasa tua. Oh, my God!

Sebentar lagi saya harus menemui seorang client. Semoga dia tidak melihat ‘the mess’.

Regards,

Chil

Written by chilonic

November 18, 2008 at 1:15 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with

Bad day.

with 5 comments

Saya sedang kesal hari ini. Everything made me mad! Saya marah pada semua orang di meeting hari ini. Meeting yang dimulai dari jam 9 pagi tadi baru selesai jam 2 ini. Mereka seakan benar benar mendapat kelas bebas ketika saya tidak dikantor beberapa hari kemarin. Tidak ada yang bisa memuaskan saya dengan data data yang saya minta. Blank!.

Berangkat ke kantor setengah hati seperti ini justru diperparah dengan kinerja bawahan yang berantakan seminggu ini. Saya memang marah, saya kecewa.. dan saya telah melemparkan files yang tidak berguna itu di meja meeting hari ini. Dan wajah-wajah tertunduk itu yang membuat saya meninggalkan ruang meeting yang tidak selesai ini. Saya minta, bagaimanapun caranya meeting besok pagi sudah menjawab apa yang saya mau.

Maafkan saya. Layak atau tidak saya menulisnya di blog ini dengan marah saya, let me says sorry. I just wanna reduce it. Saya ingin menulisnya..karena saya tidak bisa membicarakan ini. Saya lebih comfort dengan menulis. Jika tidak dimulai dengan masalah cinta saya dengan Ika, saya tidak akan pernah menulis. Jika bukan karena saya mencintainya, saya akan melepaskannya..karena saya tidak suka masalah yang tidak pernah selesai.

Aneh. Menulis..share tentang perasaan, membuat saya seperti bukan saya. Tapi sudahlah, semua orang yang saya tulis disini tidak akan pernah tahu tentang blog ini. Karena ini rahasia saya. Diary?.. mungkin. Tapi saya senang..diary saya mempunyai feedback. Your comment, my friends. Thanks.

Well,..saya selalu punya mimpi. Mimpi yang penuh ambisi saya jadikan kenyataan sebagai bukti kesuksesan saya. Saya boleh bangga 80% mimpi itu real! Dimana sisanya? .. Ika. Lama lama saya bisa gila dengan masalah cinta kali ini.

Awalnya saya juga ingin ini berakhir indah. Namanya juga mimpi, tapi tenyata saya punya banyak batu sandungan. Dimulai dari Ika yang walaupun surprise dengan kedatangan saya, ternyata saya juga harus menghadapi lagi keraguannya. Setelah kembali saya yakinkan, dia percaya lagi. Duh, ini benar  benar mempertaruhkan kesabaran saya. Ada sedih, ada bahagia. OK, it’s normal.

Pulang ke Jakarta, saya harus menghadapi keluarga yang mulai menentang keputusan saya. Saya diminta untuk berpikir lagi. Bukankah Mom sudah setuju?.. ya, tapi bukan Dad. Lewat Dennis, yang juga meminta saya untuk berpikir lagi, Dad menyampaikan kekecewaannya. Lebih parah lagi,.. saudara saudara Ika. What’s wrong with me?..

“please Chil, they are your parents. They want you all the best. You are the only one son. Kamu pikir mereka tidak ingin grandchild dari darah daging mereka sendiri?..”  Kata kata yang menyakitkan itu saya dengar dari suara Dennis di telpon sabtu malam kemarin. Kemudian kata-kata lain lagi yang akhirnya harus saya akhiri dengan membanting cell phone sampai berkeping keping di lantai.

Lalu kakak lka yang sulung sempat menemui saya. “tolong pikirkan lagi, mas Chilo. biarkan Ika sembuh dulu. Saya ingin dia tetap disana. Jangan buru-buru memutuskan untuk menikah dengan Ika…then..bla..bla..bla..”  Kalau bukan kakak Ika………

The last one, from Ika. “Chil, maafin saya. Saya menyesal dengan kata kata saya. Saya juga bingung dengan diri saya sendiri. Saya memang kangen kamu, tapi kadang kadang saya tidak siap untuk bertemu dengan kamu. Kata – kata “menikah” itu membuat saya nervous, Chil.. I feel.. I’m not ready yet. Jangan marah dulu. Ika hanya butuh waktu. Lagi.” 

Kualat. Seorang teman pernah menyebut saya kualat. Apakah benar saya kualat?.. Balasan? .. hhhh..apapun namanya. Saya TIDAK menyerah.

– kalau saya masih 5 tahun, saya akan berlari sembunyi dan menangis..  tapi sayang, I’m 34 years Don Juan old :mrgreen:

Regards,

Chilo  😦

Written by chilonic

November 17, 2008 at 4:02 pm

Posted in hari ini, marriage

Tagged with , ,

Rindu Chilo??

with 14 comments

Malam itu indah.  walaupun dinginnya menusuk tulang karena hujan seharian. Seharian itu kesabaran tidak mampu menahan keinginan saya. Saya akan menemuinya..tapi saya harus melewati malam ini dulu. Saya harus menahan jantung ini berdetak kencang melewati malam ini.

Kemudian sinar pagi di celah tirai jendela kamar hotel itu. Membangunkan saya yang baru tertidur dini hari tadi. Mata saya lelah masih ingin terpejam, tapi seluruh tubuh saya seperti mempunyai aura yang lebih besar dari biasanya. Ya, saya harus bangun. Saya harus menemuinya.

Dia sedang duduk bersimpuh, bermain dengan anak lelaki kecil yang tertawa riang karena dia sedang menggodanya. Ya, Ika. Dia begitu kaget ketika melihat saya datang. Langsung berdiri, wajahnya tercengang, matanya terbelalak seakan memastikan bahwa saya bukan alien dari planet asing, dan mulai menggenangi mata indah itu dengan air mata. Saya menghampiri wanita yang sangat saya cintai ini. Kami berpelukan dan saya dapat merasakan pelukannya yang kuat yang seakan menyatakan kerinduannya.

Hh..saat ini saat yang sangat saya nantikan. Menemuinya. Tangannya menyentuh kedua pipi saya, matanya yang masih basah itu tengadah menatap saya. No words. Silent. Keiko (the little boy) gone with his mother (Ika’s sister). Kemudian dia memeluk saya lagi. Miss me so much, lady?? I could feel the hug wasn’t lie 😉  Me??.. haha..don’t ask!

“saya kurus ya..chil?.. kelihatan tua ya..? tapi kata dokter saya sudah lebih baik… jadi tidak perlu kawatir, chil…”. Sesak. Itu yang saya bisa rasakan, ketika Ika memulai percakapan. Dia tidak perlu mengucapkan itu, tapi hati saya harus kuat menghadapi emosi Ika.

Setelah selesai dengan meeting demi meeting 6 hari itu, saya memang tidak langsung pulang ke Jakarta. Seperti yang saya tulis sebelumnya, saya memang kabur. Saya terbang ke kota dimana Ika berada. Saya hanya punya waktu 1 hari saja, karena saya harus segera menyelesaikan urusan pekerjaan di Jakarta.

Saya bilang sama Ika untuk tidak mengkhawatirkan keadaan. Apalagi berkata seakan akan saya tidak bisa setia. Saya sudah cukup lelah memastikan bahwa saya bisa setia. Tapi saya tidak akan menyerah. Ini perjuangan saya untuk memenangkan perasaan saya. Perasaan untuk mencintai dan dicintai Ika (serious!)

Saya akan datang lagi menjemput Ika bulan depan. Baru kali ini saya merasa diatas angin. Kenapa?.. umm.. karena baru kali ini saya merasa Ika sangat merindukan saya. Pelukan yang kuat itu. Genggaman kuat itu. Dan airmata itu. Dia mengantar saya ke airport. Dalam pelukan itu Ika membisikan kata-kata yang membuat saya menjadi besar kepala. “I miss you so much. really..” Rasanya saya tidak perlu plane untuk ke Jakarta.. saya ingin terbang sendiri..hahaha…

So, do you miss me too my friends? :mrgreen:

Regards,

Chilo

Written by chilonic

November 14, 2008 at 1:20 pm

Posted in marriage

Tagged with

Debar jantung..

with 13 comments

Lega. Akhirnya saya punya waktu juga untuk menulis siang ini. Saya baru sadar, saya menulis kebanyakan setiap hari Senin ya.. setelah hari rabu saya menghilang lagi 🙂 . Bukan kenapa – napa, setiap hari rabu sampai jumat (especially) adalah resume semua pekerjaan dari hari senin sampai jumat itu sendiri, dan..tanpa saya sadari harus bertemu senin lagi..begitu seterusnya.. dan begitulah waktu berlalu begitu cepatnya.

Hari ini mau nulis apa ya? Umm..mungkin tentang weekend kemarin saja ya. Activities masih seperti biasa sebenarnya, termasuk hang out dengan teman-teman hari sabtu kemarin. Got apartment at midnight. Sendiri?.. iya, tenang saja :mrgreen: . Minggu, saya bangun siang dan ini kesempatan saya untuk beristirahat. Jam 11.30 AM saya bangun, breakfast (???) dan membaca koran minggu…lalu berakhir lagi dengan laptop. Ada yang belum selesai, yang harus diselesaikan. Penasaran. Hahaha..

Sekarang tentang Ika. Kami chatting menggunakan webcam. Sepertinya dekat sekali. Model rambutnya new look, karena banyak yang rontok, agak kurus tetapi selalu cantik dengan senyumannya. Saya ingin membelainya, memeluknya. Ini memang baru pertama kalinya kami chat dan dengan webcam. Saya tahu mengapa Ika tidak confidence. Saya tahu dibalik senyum itu ada sedih. Saya tahu dibalik suara yang riang itu ada tangisan. Yang saya tidak tahu, mengapa dia seperti itu. Apakah Ika hanya mencoba untuk menyenangkan saya supaya tidak ingin dikasihani?. Aduh, saya benar-benar tidak ingin berpikir negative 😦

Saya mau cerita 1 hari sebelum saya pulang ke Jakarta. Ika masih di rumah sakit. Pagi itu kami duduk berdua di teras kamarnya. Saya merangkul Ika ke dalam pelukan saya. Dia terlihat rapuh dan lemas bersandar di dada saya. Kami menikmati pagi dengan kabut nya. Pemandangan taman didepan kami dengan bunga – bunganya – sangat indah. Menyenangkan sekali. Saya ingin selalu memeluknya.

“Chil..jantung kamu berdebar kuat..” suara lemahnya membuyarkan sekilas lamunan indah saya.

“oh,..iya..mungkin karena telinga kamu didada saya. Tidak apa-apa”…padahal itulah yang terjadi setiap kali saya memeluknya.

“You know what?..rasanya saya ingin menyerah setiap kali rasa sakit itu muncul. Tapi setiap degupan jantung yang saya dengar dari orang yang memeluk saya, saya bersemangat lagi. Saya seperti diberi kekuatan. Saya senang dipeluk..Chil..” Ika menatap saya. Senyum lemahnya mengembang. Ika seperti anak kecil.

“Kamu harus percaya kamu akan sembuh. Semua mengharapkan kamu sembuh. Jangan lemah, kalau begitu kamu akan membuat mereka sedih. Semua mencintai kamu..” – saya juga, Ka.

“Jangan tunggu saya. Tuhan punya rencana sendiri buat hidup saya. Kamu juga. I’m not your everything. You have your own life..” (nada pesimis yang sangat saya benci)

“Please .. stop talking that” seharusnya dia juga bisa baca nada ‘tidak suka’ saya.

“nggak Chil..kamu harus tahu itu dari sekarang. Saya belum tentu menikah dengan kamu. Siapa yang tahu hari nanti?.. Saya menikah dengan pilihan Tuhan..atau tidak akan menikah sama sekali. Who knows?”. Sungguh, hati saya sakit mendengar ini. Tapi Ika benar. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi nanti.

“Ika sayang sama Chilo. Ika tahu Chilo sayang juga. Tapi jangan khawatir..cuma hati kamu yang Ika punya saat ini. Ika juga ingin berkeluarga meskipun Ika tidak akan bisa hamil. Ika juga ingin cantik didepan suami Ika nanti. Mudah-mudahan suami Ika, kamu ya Chil.., aduh..lengannya tolong dilonggarkan sedikit. Sesak. “.. umm..romantis sih, tapi not perfect 😛

Tapi sudahlah, saya tidak mau memperbesar tanda tanya di kepala saya. Biarkan Ika seperti itu dan saya hanya akan mengenang kata-kata indahnya saja. Saya ingin memeluknya lagi.

Besok pagi saya akan terbang lagi. Seminggu penuh. Sudah ditelpon Ika?.. sudah. Checksheet yang sama seperti yang kemarin. Saya sedang merencanakan untuk kabur. Kabur?.. oh, maksud saya, setelah meeting saya mampir memeluk Ika. Hahaha.. wish me luck!  8)

Now, tell me … siapa yang tidak bisa menahan rasa rindu?.. you?..oh, come on! 😉

Regards,
Chilo

Written by chilonic

November 3, 2008 at 2:10 pm

Posted in hari ini, marriage

Penggoda

with 12 comments

Saya mau cerita sedikit mengenai wanita lain. Bukan Ika. Bukan Mom. Namanya saya rahasiakan dan saya ganti dengan Lindsay. Seorang American yang saya kenal beberapa tahun yang lalu (2001?). Before I write about her, I want you to know that I were not a good guy until ..I met Ika. So you will know.. one by one about me 😉

Saya bertemu Lindsay ketika saya akan pulang ke Jakarta dari suatu negara. Our first conversation started from the tv in front of our seat. She asked me about how to operate the voice with the ear phone. After that, we spoke anything then ..bla..bla..bla.. and before I asked, she gave me her cellphone no. and asked mine.

Sejak saat itu, kami sering jalan bersama karena dia sedang libur (Summer) dan karena orang tuanya tugas di Jakarta. Dia wanita yang baik, cantik dan sexy ( :mrgreen: ).. dan masih kuliah. Lindsay bukan satu-satunya wanita dalam pelukan saya waktu itu. Berapa?.. rahasia..hahaha..

Suatu ketika dia marah. Dia bilang dia cinta sama saya 🙂 .. kenapa marah ya?..Begini. Dia mengira saya bisa spend much time with her. Dia lupa saya harus bekerja..punya kesibukan tinggi. Dia ingin saya menemaninya setiap saat, sampai – sampai dia menemani saya bekerja. Di apartment saya. dan sampai malam. Dia tidak mau pulang…dan kemudian terlelap sendirian di sofa. Ketika bangun, dia menggoda saya (??). Untungnya malam itu saya masih setia dengan pekerjaan saya…tapi apa yang terjadi??.. she kissed me and I had same reaction.

Malam itu dia benar – benar marah, karena saya tidak melanjutkan .. (what? 🙂 ) . Karena saya kembali menyelesaikan pekerjaan saya till late night.

Dia adalah wanita berikutnya setelah Ika and Mom mengucapkan “Happy Birthday” last night (hm..then some women called me also, sent me flowers and cakes to my office and apartment, asked me for dinner etc..etc.. – what a ‘Don Juan’!! .. 😆  ) Kami berbicara banyak, tentu saja dengan cara yang lebih dewasa. She’s divorced with 1 daughter and work as a doctor. Asked about my life and want to see me next month in Jakarta .. then some hopes. But don’t worry, I’m an old ‘Don Juan’ and I’m still faithful with my heart. 🙂

Penggoda. Ya, penggoda. I will see my seducer on December. I still can’t wait.

Regards,

Chilo

Written by chilonic

October 29, 2008 at 5:32 pm

Posted in birthday, seducer

34

with 10 comments

Selama 3 hari (Kamis-Sabtu) yang lalu saya mengikuti “yearly meeting” perusahaan di luar kota. Tidak ada yang special dari meeting ini dalam hal tasks yang harus dilakukan along this year and next. Tapi, saya  tertarik dengan team training dari HRD yang selalu mempunyai ide ‘membangun’ untuk emplyees diperusahaan ini. Salah satunya adalah showing Bills Milly’s video , seorang pelari America untuk 10,000 km di Olympic 1964. Dia bercerita mengenai bagaimana ia mempunyai burning desire yang tinggi untuk bisa menjadi no. 1 dalam perlombaan itu dengan segala macam penghalang yang harus dihadapinya termasuk competitor yang nakal, mencoba menjauhkannya dari arena tersebut.

Saya rasa ini bagus to redevelop employees’ spirit to reach targets yang semakin tinggi di tahun – tahun mendatang. Sebagai leader, saya mendukung setiap usaha yang dilakukan department ini. Semoga usaha mereka tidak sia-sia.

Saya pulang sampai apartment  at 10.30 PM.  Setelah mandi saya mempelajari kembali resume meeting sampai mata saya benar-benar lelah dan akhirnya tertidur di kursi kerja saya. Malam itu saya bermimpi. Mimpi indah. Sangat terlelap, sampai cell phone saya berbunyi berkali-kali saya baru terbangun. Saya tidak lihat dari siapa, gerakan tangan saya spontan mengangkat. “Happy Birthday..” suara di sana menjawab “Hello” saya. Tebakan anda pasti benar, calling from Ika. Di malam yang dingin itu, wanita itu menghangatkan saya dengan suaranya, kata – katanya. Saling mengungkapkan rencana-rencana kami, masa depan, dan bercerita lucu. 1 hal yang membuat saya kembali bergairah adalah rencana Ika untuk kembali ke Jakarta bulan December nanti dan…saya akan menjemputnya ke sana..horray..!! God is Good 🙂

Saya malu sebenarnya menuliskan bahwa … saya kembali seperti monyet malam itu, berdansa sendiri, menari sendiri,..lalu lelah..mencoba tidur..tapi gelisah seakan-akan December is tomorrow!

Ok, i’m 34 years old now. I reached every goal in my carrier with my way, my ambition. Even about my love story. My parents proud of me…but I realize..I’m getting old and old. I can’t live like this anymore. I need a family. with me. So…any plans in my head now is Marriage. My adventures should be over soon. I have to be optimist. Believe, everything will gonna be OK.

Regards,

Chilo

Written by chilonic

October 27, 2008 at 1:40 pm

Posted in Uncategorized