Chilonic’s Blog

Daily life of me with light topics ;)

Posts Tagged ‘drunk

The whisper

with 9 comments

It’s not suddenly.  Saya rindu. Ya,..sangat rindu. Ruangan ini sudah lama tidak tersentuh kehadirannya. Ada beberapa barang di tempat ini yang kembali dan selalu membuat saya ingin dia datang. Hhhh.. kalau saya boleh berandai  andai.

Dia memang bukan wanita pertama yang saya perbolehkan masuk. Menganggap tempat ini seperti rumahnya sendiri. Memperlakukan saya seperti seorang kekasih hati yang pantas diperhatikan dan dilayani. Memanjakan saya. Tidak membiarkan saya jatuh sakit. Wonderful life, isn’t it?

Tapi tunggu dulu. Dia bukan seperti wanita yang lain, who warmed the cold bed with me. But she let me lean on her lap. Chucking my hair. Kiss my brow. I never so in love, baby. Only with her.  

Saya ingin mengenang saat saat indah ketika saya bersamanya. Masih ditemani gelas dan aroma yang kemarin. Setidaknya rasa rindu berlebihan ini berkurang. Saya belum punya cara yang lain. Sorry.

Remember my old post? ..”my little concert“.  Ya, setelah concert itu. Malamnya saya tidur di sofa di ruang tamu villa itu. Antara sadar dan tidak, saya merasa tidak sendirian diruangan itu. Saya lihat Ika duduk di seberang sofa dimana saya tidur. Duduk dilantai bersandar pada sofa dibelakangkanya. Sedikit terkejut, saya berusaha bangun. “Sstt…jangan bangun. Begitu saja. Saya hanya ingin memandang kamu..”bisiknya ketika saya akan menanyakan mengapa malam malam begitu dia duduk disana dan belum tidur.

“but why?!” tanya saya ikut berbisik karena takut yang lain bangun. “kata orang, kalau melihat orang lain tidur bisa kelihatan aslinya..beneran apa nggak” jawab Ika tetap berbisik. Saya tercengang. “so?, am I not original?” (stupid Chilo). Dia tersenyum.

Lalu malam itu kami duduk berdua di sofa itu. Dia bersandar dibahu saya memeluk lengan saya dan kepala saya yang posisinya lebih tinggi, saya rebahkan ke kepalanya. Berkelut kedinginan dalam selimut tebal, dan menyatukan hati agar cahayanya tidak padam. Cukup lama kami merasakan keheningan malam itu. “Ika senang malam ini bisa berdua dengan kamu. Malam ini indah sekali untuk saya” bisiknya lagi. Hanya itu.

Seandainya dia bersandar pada dada saya, dia bisa merasakan debar jantung yang membuat badan saya panas dingin. Saya tahu malam itu adalah malamnya Ika membagi kegelisahannya. Ika jarang untuk bisa  mengungkapkan perasaannya. Berbeda dengan saya.

Kemarin malam, setelah malam yang rusak itu, Ika menelpon saya. Kenapa bukan saya?..karena saya sedang melatih diri untuk sebuah kesabaran walaupun akhirnya buruk. At all.

“Saya tahu kamu kecewa. Bukan Ika saja tetapi juga dari yang lain kan?.  Kalau saya tidak punya beban yang mengikat disini, saya juga akan terbang menemui kamu. Tapi ada keadaan yang kamu harus tetap mengerti. Mungkin waktu kita bersama dibatasi..sudah cukup. Kamu harus terima itu. Jangan lupa Chil, Ika selalu berdoa. Tuhan tahu yang terbaik untuk hubungan ini”. Ika mengucapkan itu dengan terisak. Mencoba memberi pengertian untuk seorang yang egois seperti saya. I couldn’t say anything. Just listened.

“Dengar. Ika janji akan baik baik saja. Ika harap kamu juga begitu. Kalau kamu setuju, kita bisa memulai commitment dari sekarang”. Hah? Commitment??.. God!, You know what just I did!

You know what I could say?.. “I don’t wanna let you go from my life. I love you. I’ll wait until God brings you to me.” Lemas.

Forgive me.

 

Chilo

Advertisements

Written by chilonic

November 21, 2008 at 9:49 pm

Posted in night

Tagged with

Blank

with 10 comments

Manusia itu lemah. Ya, lemah. Kenapa manusia? karena kalau hanya menyebutkan saya lemah, artinya saya sendirian..padahal banyak manusia yang lemah seperti saya. Jahat ya? Hahaha.. Pernah dengar manusia bertobat berbuat dosa lagi?. Tentu saja, karena manusia itu lemah.

Jangan pergi dulu. Saya ingin mengajakmu keliling. Ingin menyenangkan hati sebentar. Apa ya?.. Begini.. do you agree with me if there are no men in perfect? I think women can say yes in their mind 😉

Jika gerimis tadi malam menciutkan hati. Jika kepala merindukan tempat untuk bersandar. Jika dada merindukan pelukan. Jika keheningan malam menebalkan kesendirian. Apa yang salah? Masa lalu bahkan lebih hebat dari ini. I was satisfied.

Then there was a smile. flash. nakal. menggoda. You were there. Blurred behind my Grey Goose glass. Don’t move. This would be my last glass. What a sexy bitch! since you made my lips trembled. Say goodnite then..blank!

Take a note: I never feel sorry.

Regards,

Chilo 😐

Written by chilonic

November 20, 2008 at 1:14 pm

Posted in night, seducer

Tagged with