Chilonic’s Blog

Daily life of me with light topics ;)

GOOD BYE

with 21 comments

It’s empty, baby..

Too big space in this room even my heart now..

Can’t imagine you in my day and night..again

no kisses and hugs that supposed to be here

the smiles even blur..no trace and no tears..

But I still can feel your love..

everlasting baby.. I love you

too deep

Really, it’s really hard for to say..

Good Bye..

Frederika ( 1981-2008 )

Written by chilonic

January 9, 2009 at 1:35 pm

Posted in Uncategorized

Tu me manques beaucoup

with 22 comments

“vous pouvez parler français avec moi maintenant”

“wow, that’s good.. Comment êtes-vous aujourd’hui?”

“Je vais bien..”

“Je suis heureux de savoir que vous êtes bien, mon cher .. mais.. pourquoi parlez-vous français avec moi?”

“Saya ingin terlihat romantis seperti saat kamu merayu saya. Tu me manques beaucoup, Chilo..”

Sepotong percakapan saya dengan Ika last Monday.  Ika baru saja belajar French. Mengisi harinya karena Ika tidak bekerja disana. Walaupun tidak sempurna, kalimat yang disampaikan sudah membuat saya melayang layang sampai hari ini.

Dia ingin kembali meyakinkan saya bahwa she really wanna back to me. Don’t know yet, I’ll pick her up or she will come alone. Apapun, I know both me and Ika can handle this.

Tu me manques trop, Ika.. really miss you. Can’t wait until get you in my arms.  

 

Regards,

Chilo

Written by chilonic

December 5, 2008 at 3:16 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with ,

Jika dia selingkuh?

with 17 comments

Sepotong percakapan pada suatu makan siang.

 “kamu tidak khawatir, suami kamu selingkuh dengan wanita lain setiap dia tugas keluar kota atau ke luar negeri berhari hari?”

“umm.. begini. Kalau saya bicara khawatir..itu pasti ada dan itu sedikit saja. Selebihnya, saya percaya dengan suami saya atas commitment yang telah kami buat. Mengenai dia selingkuh atau sex for one night stand setiap kota yang disinggahinya..itu pertanggungjawaban atas commitmentnya sendiri terhadap saya. Dan itu juga urusan dia dengan Tuhan. Saya?.. saya juga punya tanggung jawab itu terhadap commitment dan terhadap Tuhan…”

At the first time, saya bingung dengan jawaban wanita ini. Pertanggungjawaban? .. Commitment? ..lalu Tuhan?..Oh,.. dosa maksudnya. Jadi, dia tidak mau tahu urusan suaminya untuk dosa dengan selingkuhi wanita lain.

Percakapan yang menarik di siang hari kemarin dengan teman teman saya. Ada Joseph, Riana dan Liem. Mereka semua sudah berkeluarga (kecuali saya B-) ). Joseph dan Liem terang terangan menceritakan ‘dosa’ mereka kepada kami semua. Chilo?.. Haha..good listener! ;)

Saya suka jawaban Riana. Bukan suka karena kemudian pembelaan buat saya dan pria lain untuk tetap berselingkuh tapi karena penerimaan Riana atas habit suaminya untuk her everlasting marriage.

Duh, walaupun saya belum married, pembicaraan ini jadi pikiran saya. What do you think bloggers? Can you share with me?..

Thanks & I’m waiting )

 

Regards,

Chilo

Written by chilonic

December 2, 2008 at 11:52 am

Posted in marriage, seducer

Tagged with

The night (again?)

with 13 comments

Sudah malam. Seharusnya semua orang sudah terlelap dalam tidur. Karena ada besok adalah hari untuk kembali menguras energy. Tapi saya tidak. Saya menyukai malam ini. Umm..mungkin malam malam sebelumnya juga. Setiap kali saya menyelesaikan kegiatan apapun juga saya tidak langsung menuju tempat tidur. Ada yang lebih nikmat dari pada itu.

Apa ya?.. mendengar kata nikmat itu membuat penasaran ya?. OK, buang pikiran jelek itu. tentang saya dan sang malam tentu saja. Seperti orang bilang, malam itu gelap..dan siang itu terang, maka akan selalu ada perbedaan antara siang dan malam. Just feel free to describe by yourself about night and day.

Apa yang nikmat itu buat saya di malam hari ya?.. Coba cerita romantis itu saya singkirkan dulu. Saya pernah cerita saya menikmati malam di kamar yang gelap, memainkan gitar dan mengutarakan perasaan. Salah satunya, ya. Yang lain..? Ketenangan. Tidak ada pekerjaan, tidak ada emosi, tidak ada perasaan perasaan aneh (😉 ), dan hanya saya. saya dan malam.

Hahaha… sorry, there is no point in my posting tonight. It just because I don’t have any idea to write. I can’t sleep. I’m alone. No, i don’t need someone to accompany me. Amanda gone already. I already called Ika and chatted by webcam too. The laugh have made me feel good. But I like this night. . So? ..

I just wanna say “Good Night”..  :mrgreen:

Regards,

Chilo

Written by chilonic

November 30, 2008 at 11:08 pm

Posted in night

last night

with 15 comments

Hari hari saya belakangan ini selalu penuh dengan tawa. Karena ada Amanda yang sepertinya tidak ada hari yang berlalu tanpa bercanda dan tertawa. Liburannya kali ini hanya diisi dengan membaca novel dan menonton drama series. Kadang tertawa sendiri atau meneteskan airmata ketika membaca atau menonton. Dia marah kalau saya tertawakan. Bantal sofa menjadi langganan untuk dilempar. Anak aneh.

Suatu kali ketika pulang kerja, saya tidak mendapati Amanda di setiap ruangan. Saya panggil tidak dijawab, telpon cellular nya sibuk terus. Sampai saya telpon security jika mereka melihat Amanda pergi hari itu. Jawabannya nihil. Do you know where I found the blonde girl?.. di dalam lemari pakaian! Duduk bersandar  dibawah gantungan baju baju saya. Sedang menelpon seorang yang belakangan saya tahu ternyata pacarnya!. God! Sampai begitukah reaksi seseorang yang sedang jatuh cinta?.. oh,.. are you not, Chilo? :mrgreen: 

I am. Saya juga sama seperti Amanda, walau grade nya lebih sedikit😉 . Kalau masalah pekerjaan belakangan ini normal, dan sempat chat dengan teman teman blogger, hati saya terasa nyaman. Karena buat saya tertawa itu adalah obat yang baik untuk masalah saya. Pulang ke apartment kembali bercanda dengan Amanda yang selalu punya cara untuk bercanda. Kalau sedang baik hati wanita ini akan memijat pundak saya, tapi dengan berat hati sambil nonton drama konyol itu.  

When the night comes, it’s not like the day. I have to face my (own) loneliness. Crouching on my bed, then the yearnings come. I can’t lie. I miss so much. Letih dan rasa ngantuk dikalahkan oleh kerinduan saya. Akhirnya saya bangun dan mengambil gitar. Dalam kamar yang gelap itu, saya memandang keluar jendela. Menyanyikan beberapa lagu.

Malam tadi saya tidak tahan. Saya telpon Ika. Awalnya saya masih dengan perasaan rindu saya, tapi seperti yang dahulu, kami saling bercerita dan kemudian tertawa. Ah, malam yang indah ketika saya memikirkan hanya saya dan Ika. Masalah (saya) menguap malam tadi. Malam tadi adalah malam saya kembali merasa “you are belonging to me”.  Ya, malam tadi adalah optimist, the dream is not only a dream.

Regards,

Chilo

Written by chilonic

November 26, 2008 at 1:23 pm

Posted in Amanda, night

Tagged with

Amanda

with 15 comments

Saya belum pernah menulis tentang wanita ini. Namanya Amanda. Saya sudah memandangnya sebagai wanita dewasa. Cantik. Tingginya sudah hampir menyamai saya. Ada darah Indonesia juga seperti saya, dan fluent juga berbahasa Indonesia. Tadi malam dia nginap di apartment ini. Saya juga mencintai wanita ini. Jangan curiga dulu. She’s my little sister.

Amanda yang blonde, yang ceria, open minded, dan selalu minta digendong di punggung saya ketika manjanya kambuh. Hampir setahun kami tidak bertemu. Dia datang karena libur kuliah dan karena saya. Seperti nenek tua, dia mencoba berhati hati menanyakan masalah saya. Sekali lagi ketidakterbukaan saya terhadap masalah masalah begitu saja pada orang lain membuat mereka susah mendalami apa yang saya mau. Begitu juga dengan Amanda. Ketika saya mencoba berkelit, dia mencium wajah saja berkali kali.  Anak manja yang aneh.

“Rasakan sendiri masalahmu, beruang tua. Sendirian. Di goa batu ini. Dan kamu akan mati perlahan lahan” dia meledek saya dengan seringainya. Saya hanya tertawa dan kemudian bantal batal sofa itu menghujani saya. Lalu kami bermain ‘smack down’. Kejar mengejar dan bergulingan di lantai. Sore itu isi apartment ini hancur berantakan. Semua sudah tidak pada tempatnya. Tapi hati saya puas. Sangat puas. Lapang.

Akhirnya saya menceritakan juga semuanya. Kami bicara sampai malam. Diselingi dengan gurauan ketika cerita saya mulai membosankannya :mrgreen: Amanda juga memberikan advise konyolnya. Honestly, saya tidak mendapat solusi apa apa dari si blonde ini. Yang ada hanyalah tertawa dan tertawa. Orang gila.

Thanks my little girl. You know me very well and can make me very happy.

Regards,

Chilo

Written by chilonic

November 23, 2008 at 5:57 pm

Posted in Amanda

Tagged with

The whisper

with 9 comments

It’s not suddenly.  Saya rindu. Ya,..sangat rindu. Ruangan ini sudah lama tidak tersentuh kehadirannya. Ada beberapa barang di tempat ini yang kembali dan selalu membuat saya ingin dia datang. Hhhh.. kalau saya boleh berandai  andai.

Dia memang bukan wanita pertama yang saya perbolehkan masuk. Menganggap tempat ini seperti rumahnya sendiri. Memperlakukan saya seperti seorang kekasih hati yang pantas diperhatikan dan dilayani. Memanjakan saya. Tidak membiarkan saya jatuh sakit. Wonderful life, isn’t it?

Tapi tunggu dulu. Dia bukan seperti wanita yang lain, who warmed the cold bed with me. But she let me lean on her lap. Chucking my hair. Kiss my brow. I never so in love, baby. Only with her.  

Saya ingin mengenang saat saat indah ketika saya bersamanya. Masih ditemani gelas dan aroma yang kemarin. Setidaknya rasa rindu berlebihan ini berkurang. Saya belum punya cara yang lain. Sorry.

Remember my old post? ..”my little concert“.  Ya, setelah concert itu. Malamnya saya tidur di sofa di ruang tamu villa itu. Antara sadar dan tidak, saya merasa tidak sendirian diruangan itu. Saya lihat Ika duduk di seberang sofa dimana saya tidur. Duduk dilantai bersandar pada sofa dibelakangkanya. Sedikit terkejut, saya berusaha bangun. “Sstt…jangan bangun. Begitu saja. Saya hanya ingin memandang kamu..”bisiknya ketika saya akan menanyakan mengapa malam malam begitu dia duduk disana dan belum tidur.

“but why?!” tanya saya ikut berbisik karena takut yang lain bangun. “kata orang, kalau melihat orang lain tidur bisa kelihatan aslinya..beneran apa nggak” jawab Ika tetap berbisik. Saya tercengang. “so?, am I not original?” (stupid Chilo). Dia tersenyum.

Lalu malam itu kami duduk berdua di sofa itu. Dia bersandar dibahu saya memeluk lengan saya dan kepala saya yang posisinya lebih tinggi, saya rebahkan ke kepalanya. Berkelut kedinginan dalam selimut tebal, dan menyatukan hati agar cahayanya tidak padam. Cukup lama kami merasakan keheningan malam itu. “Ika senang malam ini bisa berdua dengan kamu. Malam ini indah sekali untuk saya” bisiknya lagi. Hanya itu.

Seandainya dia bersandar pada dada saya, dia bisa merasakan debar jantung yang membuat badan saya panas dingin. Saya tahu malam itu adalah malamnya Ika membagi kegelisahannya. Ika jarang untuk bisa  mengungkapkan perasaannya. Berbeda dengan saya.

Kemarin malam, setelah malam yang rusak itu, Ika menelpon saya. Kenapa bukan saya?..karena saya sedang melatih diri untuk sebuah kesabaran walaupun akhirnya buruk. At all.

“Saya tahu kamu kecewa. Bukan Ika saja tetapi juga dari yang lain kan?.  Kalau saya tidak punya beban yang mengikat disini, saya juga akan terbang menemui kamu. Tapi ada keadaan yang kamu harus tetap mengerti. Mungkin waktu kita bersama dibatasi..sudah cukup. Kamu harus terima itu. Jangan lupa Chil, Ika selalu berdoa. Tuhan tahu yang terbaik untuk hubungan ini”. Ika mengucapkan itu dengan terisak. Mencoba memberi pengertian untuk seorang yang egois seperti saya. I couldn’t say anything. Just listened.

“Dengar. Ika janji akan baik baik saja. Ika harap kamu juga begitu. Kalau kamu setuju, kita bisa memulai commitment dari sekarang”. Hah? Commitment??.. God!, You know what just I did!

You know what I could say?.. “I don’t wanna let you go from my life. I love you. I’ll wait until God brings you to me.” Lemas.

Forgive me.

 

Chilo

Written by chilonic

November 21, 2008 at 9:49 pm

Posted in night

Tagged with

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.